Ilustrasi. unsplash
Ilustrasi. unsplash

Waspada Virus Ebola, Timnas Kongo Diwajibkan Karantina Sebelum Masuk AS

Adri Prima • 27 Mei 2026 19:16
Ringkasnya gini..
  • Waspada penyebaran virus Ebola, Amerika Serikat (AS) sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 meminta timnas Kongo untuk karantina sebelum masuk AS.
  • AS mewajibkan seluruh pemain dan ofisial Kongo menjalani masa isolasi selama 21 hari sebelum memasuki wilayahnya.
  • Pada Piala Dunia 2026, Kongo akan bermarkas Houston, AS. Mereka tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
Jakarta: Otoritas Amerika Serikat (AS) sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 menerapkan syarat ketat untuk timnas Kongo. Hal ini merupakan bentuk antisipasi penyebaran virus Ebola. 
 
AS meminta seluruh pemain dan ofisial Kongo menjalani masa isolasi selama 21 hari sebelum memasuki wilayahnya.
 
Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026 Andrew Giuliani menegaskan bahwa delegasi Kongo harus menjaga sistem bubble selama menjalani pemusatan latihan di Belgia.

"Kami telah menyampaikan dengan sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas gelembung mereka selama 21 hari sebelum mereka dapat datang ke Houston pada 11 Juni," kata Giuliani dikutip dari Sky Sports.
 
"Kami juga telah menjelaskan dengan sangat gamblang kepada pemerintah Kongo bahwa mereka harus mempertahankan gelembung tersebut atau mereka berisiko tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat," lanjutnya. Pada Piala Dunia 2026, Kongo akan bermarkas Houston, AS. Mereka tergabung di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan.
 
Timnas Kongo sendiri diperkuat pemain-pemain yang seluruhnya berkarier di luar negeri, terutama di kompetisi Eropa. 
 
Meski begitu, permintaan karantina dari AS tetap menjadi syarat mutlak karena ada banyak kru dan ofisial yang berdomisili di Kongo. 
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status risiko wabah ebola galur Bundibugyo di Kongo menjadi "sangat tinggi" untuk tingkat nasional.
 
WHO juga menetapkan wabah yang terjadi di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional. Hingga saat ini tercatat hampir 750 kasus suspek dengan 177 kematian suspek sejak wabah mulai merebak di Kongo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan