Kota Caracas di Venezuela gelap gulita di tengah pemadaman listrik, Senin 25 Maret 2019. (Foto: AFP/JUAN BARRETO)
Kota Caracas di Venezuela gelap gulita di tengah pemadaman listrik, Senin 25 Maret 2019. (Foto: AFP/JUAN BARRETO)

Venezuela Sebut Pemadaman Listrik Serangan Fasis

Internasional konflik venezuela venezuela
Arpan Rahman • 26 Maret 2019 13:39
Caracas: Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengklaim pemadaman terbaru di negaranya merupakan hasil dari serangan terhadap pembangkit listrik utama oleh para pengikut "fasis sayap kanan" dan "majikan" mereka di Amerika Serikat.
 
Venezuela kembali dilanda pemadaman listrik besar-besaran, sama seperti yang terjadi dua pekan lalu. Dalam pemadaman pertama, warga di sejumlah wilayah di Venezuela kehilangan aliran listrik selama lebih kurang sepekan.
 
Tanpa menyodorkan bukti apapun, Rodriguez menunjuk tiga orang yang dinilai bertanggung jawab atas padamnya listrik di sejumlah wilayah di Venezuela, termasuk ibu kota Caracas. Tiga orang itu adalah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan senator Partai Republik, Marco Rubio.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa tujuan dari serangan terbaru ini? Untuk mengambil aliran listrik dari warga venezuela, yang pernah terjadi dua pekan lalu," kata Rodriguez, seperti dinukil dari laman Guardian, Senin 25 Maret 2019.
 
Ia mengklaim aliran listrik telah disalurkan kembali ke beberapa daerah di Venezuela, tapi memang belum 100 persen seperti kondisi normal.
 
Pemadaman terbaru di Caracas terjadi pada Senin, pukul 13.28 waktu setempat. Sinyal operator telepon genggam juga terganggu, dan siaran sejumlah saluran televisi terputus.
 
Saat pemadaman terjadi, beberapa toko memilih tutup karena khawatir terjadi penjarahan. Dua pekan kemarin, penjarahan sempat terjadi saat pemadaman listrik di Caracas dan wilayah lainnya.
 
Sebuah surat kabar Venezuela melaporkan bahwa listrik juga padam di bandara internasional di luar Caracas.
 
Denis Mendoza, seorang pekerja berusia 28 tahun, adalah satu dari ribuan orang yang berjalan kaki ke rumah masing-masing di Caracas pada Senin petang. Ia dan banyak pekerja lainnya dipulangkan karena kantor mereka terkena dampak pemadaman.
 
"Lampu-lampu sempat terlihat kacau," ungkap Mendoza, menceritakan momen awal sebelum pemadaman terjadi. "Saat itu seperti ada sesuatu yang hendak meledak," sambung dia.
 
"Saya merasa frustrasi, bosan dan ingin meninggalkan negara ini," ujar Mendoza, yang memulai perjalanan selama 90 menit dengan berjalan kaki ke rumahnya di Petare.
 
Mendoza menyebut situasi seperti ini sudah sering terjadi di Venezuela. Ia dan sejumlah rekan kerjanya merasa sudah tidak ada harapan berarti untuk mendapatkan kehidupan layak di Venezuela.
 
Surat kabar El Nacional melaporkan bahwa pemadaman terbaru terjadi di 14 dari 23 negara bagian di Venezuela. Sementara media NTN24 mengatakan ada 16 negara bagian yang terkena dampak pemadaman.
 
Baca:Guaido Serukan "Operasi Kebebasan" untuk Gulingkan Maduro
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif