Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)
Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)

Guaido Serukan "Operasi Kebebasan" untuk Gulingkan Maduro

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 26 Maret 2019 06:35
Caracas: Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan kepada semua warga untuk ikut serta dalam gerakan bertajuk "Operasi Kebebasan," yang diklaimnya mampu menggeser kekuasaan di negara tersebut. Dia tidak menyebutkan kapan operasi ini berlangsung.
 
Ini merupakan kelanjutan dari upaya Guaido dalam menumbangkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Guaido, yang telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim, menilai masa kepemimpinan kedua Maduro tidak sah.
 
"Sudah waktunya menggelar Operasi Kebebasan untuk memberikan tekanan maksimal (kepada otoritas Venezuela) di fase akhir penjatuhan (Maduro), pembentukan pemerintahan transisi dan pemilihan umum yang bebas dan adil," tulis Guaido di akun Instagram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua orang akan memainkan peran di fase perjuangan kita bersama ini," lanjutnya, seperti dikutip dari media Sputnik News, Senin 25 Maret 2019.
 
Guaido juga menyinggung mengenai komite khusus yang telah "didirikan di seantero negeri." Komite tersebut ditugaskan Guaido untuk menghentikan kekuasaan Maduro di setiap distrik, sektor, serikat dagang, institusi pendidikan dan agensi pemerintahan.
 
Pernyataan terbaru Guaido muncul beberapa hari usai Maduro menuduh "Imperialisme Amerika Serikat" berusaha membunuh dirinya. Ia juga menuding Guaido sebagai bagian dari rencana pembunuhan tersebut.
 
"Kami memiliki bukti: mereka tidak dapat (melakukannya) karena kita semua dilindungi oleh Tuhan," ucap Maduro. Ia menambahkan Kantor Kejaksaan Venezuela telah mencapai kemajuan signifikan untuk menangkap "teroris-teroris baru beberapa hari ke depan."
 
Sebelumnya, pasukan keamanan Venezuela telah menangkap "kepala staf" Guaido, Robert Marrero. Dia dituduh telah mengkoordinasikan sebuah sel teror dan berkonspirasi menyewa pembunuh bayaran dari wilayah Amerika Pusat untuk membunuh beberapa pejabat tinggi Venezuela.
 
Pekan kemarin, Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa Washington masih mempertimbangkan semua opsi dalam menghadapi krisis politik dan ekonomi di Venezuela.
 
"Situasi terkini di Venezuela sangat mengkhawatirkan -- (membengkaknya) utang, kehancuran dan juga kelaparan," sebut Trump di Gedung Putih kala itu, merujuk pada krisis ekonomi dan politik menjerat Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.
 
Trump berbicara mengenai Venezuela saat menjamu kedatangan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang mendukung upaya AS dalam memberikan tekanan pada pemerintahan Maduro.
 
Baca:Listrik Padam di Venezuela, Puluhan Warga Jarah Pertokoan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif