Kongres AS Minta Trump Tak Lagi Dukung Arab Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Washington: Kongres Amerika Serikat (AS) yang didominasi Partai Demokrat menyerukan agar AS tak lagi mendukung Arab Saudi soal kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Kongres juga menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump gagal bersikap tegas terhadap Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Sebelumnya, Trump menyatakan tetap mendukung Saudi dan tidak akan membatalkan perjanjian apa pun.

"Sulit dipercaya bahwa Arab Saudi tidak tahu atau tidak terlibat dalam pembunuhan Khashoggi," kata Adam Schiff, yang Januari mendatang akan memimpin Komite Intelijen legislatif.


Dilansir dari AFP, Kamis 22 November 2018, Schiff juga meminta AS segera berhenti mendukung Arab Saudi dalam operasi militer di Yaman dan menunda sementara penjualan senjata AS ke Arab Saudi.

Baca: Soal Khashoggi, Trump Tetap Dukung Arab Saudi

Trump sempat menyatakan,  AS akan menjadi mitra setia Arab Saudi meski Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengetahui rencana pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Trump juga menegaskan, AS tidak akan membatalkan kontrak apa pun dengan Arab Saudi, khususnya di bidang militer. Ia menyebut, pembatalan kerja sama akan menjadi langkah bodoh yang akan menguntungkan Tiongkok dan Rusia.

Pernyataan ini pun ditanggapi oleh Senator dari Partai Demokrat, Ron Wyden, yang mendesak pejabat intelijen AS terus melakukan penyelidikan publik atas plot pembunuhan Khashoggi. Namun tidak diketahui tanggapan Gedung Putih atas permintaan Wyden.

Sementara itu, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud membela Putra Mahkota terkait hal ini. Raja Salman justru memuji penyelidikan kasus ini.

Dalam pidato tahunan Dewan Shura, Raja Salman menepis anggapan tuduhan Pangeran Mohammed di balik pembunuhan itu. Dirinya pun melihat proses penyelidikan yang dilakukan Jaksa Arab Saudi terhadap kematian yang sebelumnya menetap di Amerika Serikat (AS).




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id