Presiden AS Donald Trump dalam pidato mengenai lingkungan hidup di Gedung Putih, Washington, Senin 8 Juli 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Presiden AS Donald Trump dalam pidato mengenai lingkungan hidup di Gedung Putih, Washington, Senin 8 Juli 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Trump Sekali Lagi Kecam Perjanjian Iklim Paris

Internasional perubahan iklim donald trump
Willy Haryono • 09 Juli 2019 07:55
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekali lagi mengecam Perjanjian Iklim Paris sebagai kesepakatan yang "tidak adil, tidak efektif dan sangat, sangat mahal." Kecaman dilontarkan Trump dalam pidato bertemakan "kepemimpinan Amerika di bidang lingkungan hidup."
 
Pada Juni 2017, Trump mengumumkan bahwa AS menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris. Perjanjian tersebut disepakati hampir semua negara dunia dalam acara Konferensi Perubahan Iklim (COP21) di Paris pada 2015.
 
Tujuan utama dari Perjanjian Iklim Paris adalah membatasi meningkatnya temperatur rata-rata Bumi di bawah 2 derajat Celcius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menginginkan udara terbersih. Kami menginginkan air terjernih. Itulah yang sedang kami lakukan," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington, dikutip dari laman AFP, 8 Juli 2019.
 
Di bawah kepemimpinan Trump, AS melonggarkan beberapa regulasi terkait lingkungan hidup. Tahun lalu, Trump tidak memercayai laporan pemerintahnya sendiri mengenai risiko kerugian masif di bidang ekonomi jika emisi karbon sejumlah negara, termasuk AS, tidak ditangani dengan baik.
 
"Kami akan melindungi lingkungan hidup, tapi kami juga membela kedaulatan Amerika, kesejahteraan Amerika, dan juga lapangan pekerjaan Amerika," tegas Trump.
 
Menurut Trump, Perjanjian Iklim Paris adalah salah satu "rencana radikal" yang "tidak akan membuat dunia menjadi lebih bersih" dari saat ini. Trump telah mendorong penggunaan bahan bakar fosil dan juga berusaha melonggarkan beberapa standar ketat mengenai BBM kendaraan bermotor.
 
Merespons pernyataan tersebut via Twitter, mantan wakil presiden AS Al Gore menilai Trump seolah "menolak melihat kenyataan."
 
"Para pemilih di Amerika tidak bisa dibodohi oleh upaya Presiden dalam menutup-nutupi kegagalannya dalam bidang lingkungan hidup," tulis Al Gore, peraih penghargaan Nobel Perdamaian atas kontribusinya dalam isu perubahan iklim.
 
Oktober tahun lalu, sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa waktu sudah semakin sempit untuk mencegah bencana terkait perubahan iklim. PBB menyebut kekacauan akibat perubahan iklim ini hanya bisa dicegah melalui transformasi masyarakat dan perekonomian global.
 
Baca:Sekjen PBB Peringatkan Ancaman 'Darurat Iklim'
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif