Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (anadolu agency)
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (anadolu agency)

Ini Penyebab AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Nicolas Maduro

Adri Prima • 04 Januari 2026 17:18
Jakarta: Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan telah dibawa ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) usai ditangkap pasukan AS dalam sebuah operasi di Caracas. Sesampainya di AS, Maduro langsung berada di bawah pengawalan ketat agen Biro Investigasi Federal (FBI).
 
Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa pasukan gabungan militer dan penegak hukum AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu menerbangkan keduanya keluar dari negara tersebut. 
 
“AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” tulis Trump.

Operasi militer AS di Venezuela dikarenakan terkait dengan ancaman perdagangan narkoba, hingga migrasi massal ilegal warga Venezuela ke AS dan negara-negara lainnya.
 
Trump menyebut operasi tersebut sebagai puncak dari kampanye panjang AS yang bertujuan menghadapi ancaman narkoba, migrasi ilegal, dan narko-terorisme.
 
Baca juga:
Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Pasukan Amerika Serikat

 
CIA dilaporkan menyerang fasilitas sandar kapal di wilayah Venezuela yang diduga digunakan kartel narkoba, menandai serangan terbuka pertama AS di daratan negara itu. 
 
Di sisi lain, Pemerintah Venezuela menilai serangan ini bentuk intervensi militer yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Maduro demi menguasai kekayaan minyak negara. 
 
Maduro sendiri membantah semua tuduhan yang menyebut dirinya terlibat jaringan kartel narkoba. Ia mengaku sempat menawarkan kerja sama dengan Washington terkait isu narkotika dan migrasi, hanya beberapa hari sebelum serangan diluncurkan.
 

Pemerintahan Venezuela kecam operasi militer AS


Pemerintah Venezuela merilis pernyataan resmi yang mengecam apa yang disebutnya sebagai agresi militer Amerika Serikat di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
 
“Venezuela menolak, mengecam, dan melaporkan kepada komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela, baik di lokasi sipil maupun militer di kota Caracas, ibu kota Republik, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira,” demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip dari ITV, Sabtu, 3 Januari 2025.
 
Pemerintah juga menyerukan mobilisasi nasional. “Rakyat turun ke jalan!” bunyi pernyataan itu. “Pemerintah Bolivarian menyerukan seluruh kekuatan sosial dan politik di negeri ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini,” tegas pernyataan tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan