Trump Minta Media Berhenti Picu Permusuhan
Donald Trump kecam ancaman bom untuk Hillary Clinton dan Barack Obama. (Foto: AFP).
Washington: Donald Trump menyerukan kepada media untuk menghentikan permusuhan tanpa akhir dan serangan palsu. Hal dilontarkan usai ditemukan sejumlah bom pipa yang ditujukan kepada Barack Obama, tokoh utama Partai Demokrat dan CNN.
 
Baca juga: Bom Ditemukan di Kantor CNN Hingga Rumah Obama.
 
Berbicara kepada para pendukung pada kampanye di Mosinee, Wisconsin, para Presiden Amerika Serikat ke-45 itu memulai dengan pernyataan yang terukur dengan alasan bahwa tokoh-tokoh publik memiliki tugas untuk meredam Kongres Demokrat pada retorika mereka.
 
"Tidak ada yang harus sembarangan membandingkan lawan politik dengan penjahat sejarah. Hal itu sudah dilakukan, itu dilakukan sepanjang waktu," kata Trump, seperti dikutip AFP, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
"Kita seharusnya tidak memobilisasi orang di ruang publik atau menghancurkan properti publik. Ada satu cara untuk menyelesaikan ketidaksetujuan kita. Ini disebut dengan damai di kotak suara," jelasnya.
 
"Sebagai bagian dari upaya nasional yang lebih besar untuk menjembatani perpecahan dan menyatukan orang-orang, media juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur nada mereka dan menghentikan permusuhan tanpa akhir serta terus-menerus melakukan serangan dan cerita yang negatif dan sering kali salah. Mereka harus melakukannya. Mereka harus berhenti," tambah Trump.
 
CNN selama ini bagi pemerintahan Trump dianggap terus-menerus memprovokasi kemarahan presiden. Dalam kampanye pemilu sela AS ini pun Trump mengecam CNN.
 
Baca juga: Trump Kecam Paket Bom untuk Clinton dan Obama.
 
"Ada kurangnya pemahaman sepenuhnya di Gedung Putih tentang keseriusan serangan mereka terhadap media," kata Presiden CNN Jeff Zucker sebelumnya.
 
"Kata-kata itu penting. Sejauh ini, mereka tidak menunjukkan pemahaman itu," tegasnya.
 
Pekan lalu sebuah asosiasi yang mewakili koresponden Gedung Putih menuduh Trump melakukan dukungan kekerasan terhadap media. Hal ini dilakukan setelah presiden memuji serangan oleh seorang anggota kongres pada wartawan.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id