Bom Ditemukan di Kantor CNN Hingga Rumah Obama
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
New York: Sebuah alat peledak ditemukan di Time Warmer Center kantor CNN di New York City. Sebelumnya, alat peledak juga ditemukan di rumah Mantan Presiden AS Barack Obama dan Hillary Clinton.

Mereka langsung dievakuasi setelah alat peledak itu terdeteksi. Saat ini ruang redaksi CNN di lantai atas dan bawah sedang dievakuasi.

Begitu juga pada pembawa acara CNN, Jim Sciutto yang sedang siaran. Atas kejadian itu, CNN mengalihkan seluruh kegiatannya ke Washington DC. 


Kepolisian setempat akan menyelidiki teror tersebut sama dengan teror yang dialami miliarder George Soros atau tidak. Sebab ketiga bom itu memiliki bentuk yang sama. Menurut sumber, paket peledak itu berbentuk pipa logam dengan rangkaian kabel. 

Kejadian ini sudah didengar Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gedung Putih telah tegas mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Trump pun menyebut pelaku teror sebagai pengecut.

"Kami mengutuk upaya serangan kekerasan yang baru-baru ini diterima terhadap  mantan Presiden Obama dan Clinton, Sekretaris Clinton, dan tokoh publik lainnya," kata Sekretaris Gedung Putih Sarah Sanders seperti dikutip dari ABC News, Rabu, 24 Oktober 2018.

Sarah menuturkan Agen Rahasia AS akan mengusut kasus ini. Ia meminta pelaku bertanggung jawab sepenuhnya.

"Aksi-aksi teror ini tercela. Siapapun pelakunya akan bertanggung jawab sepenuhnya dari hukum. Kami akan mengambil semua tindakan yang tepat untuk melindungi siapa pun yang terancam oleh para pengecut,” jelas Sarah.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id