Petugas Palang Merah menyalurkan tablet penjernih air di Catia, Caracas, Venezuela, Selasa 16 April 2019. (Foto: Matias Delacroix/AFP)
Petugas Palang Merah menyalurkan tablet penjernih air di Catia, Caracas, Venezuela, Selasa 16 April 2019. (Foto: Matias Delacroix/AFP)

Bantuan Perdana Palang Merah Didistribusikan di Venezuela

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 17 April 2019 12:10
Caracas: Relawan organisasi Palang Merah telah mendistribusikan bantuan gelombang pertama kepada sejumlah warga rentan di Venezuela, Selasa 16 April 2019. Bantuan akhirnya dapat disalurkan setelah sebelumnya terhambat perseteruan politik antara Presiden Nicolas Maduro dengan tokoh oposisi Juan Guaido.
 
Maduro sempat membantah telah terjadi krisis kemanusiaan di negaranya, dan juga menolak bantuan asing karena khawatir merupakan kedok Amerika Serikat untuk menginvasi Venezuela. Sementara Guaido menegaskan ada ratusan ribu warga Venezuela yang membutuhkan bantuan darurat di tengah krisis ekonomi saat ini.
 
Namun seiring berjalannya waktu, Maduro akhirnya mengizinkan adanya penyaluran bantuan, dengan catatan pihak penyalur harus tetap mematuhi aturan di Venezuela.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sebuah permukiman kelas pekerja di Catia, Caracas, para pendukung Maduro merayakan kedatangan sebuah mobil van yang menyalurkan bantuan tablet penjernih air.
 
"Kami sangat senang," ujar Sergio Guerra, seorang tukang ojek di wilayah ibu kota. "Dengan tablet ini, kami dapat bertahan hidup dan meminum air bersih," sambung dia, dikutip dari laman TIME.
 
Sekelompok polisi datang dan menertibkan pembagian tablet penjernih air. Di lokasi lain, sejumlah truk pengangkut bantuan kemanusiaan melaju di jalan raya Caracas. Beberapa pengemudi membunyikan klakson mereka sebagai tanda dukungan.
 
Penyaluran bantuan kemanusiaan merupakan salah satu isu utama dalam perseteruan Maduro dan Guaido, yang saat ini telah memasuki bulan ketiga. Ketegangan terjadi saat Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro pada Januari lalu.
 
Kubu Maduro dan Guaido sama-sama menuduh menggunakan isu bantuan kemanusiaan ini untuk kepentingan politik.
 
Guaido telah meminta bantuan dari komunitas internasional dan mengumpulkan ratusan ton kebutuhan pokok, yang sebagian besarnya datang dari AS. Bantuan itu dikumpulkan di Kolombia, Brasil dan Dutch Karribean yang semua berdekatan dengan perbatasan Venezuela.
 
Merespons upaya Guaido kala itu, Maduro menegaskan bahwa Venezuela "bukan pengemis."
 
Tadi malam, Maduro berusaha mengklaim keberhasilan penyaluran bantuan perdana dari Palang Merah, dengan mengatakan di televisi nasional bahwa pemerintahannya telah berkoordinasi baik dengan "protokol internasional."
 
Baca:Pompeo Konfirmasi Intervensi Militer AS di Venezuela Sebuah Opsi
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif