Pernyataan terbaru Trump via Twitter adalah kelanjutan dari ketegangan kedua negara. Ini merupakan kesekian kalinya Trump mengancam akan menutup perbatasan AS-Meksiko.
"Jika Meksiko tidak segera menutup semua imigran gelap yang datang ke AS melalui perbatasan selatan, maka saya akan menutup perbatasan pekan depan," tulis Trump, seperti dilansir dari laman AFP, Jumat 29 Maret 2019.
"Sebenarnya merupakan hal mudah bagi Meksiko (untuk mencegah kedatangan imigran), tapi mereka memilih mengambil uang kita dan 'berdialog,'" lanjut Trump.
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan dirinya tidak mau terjerumus dalam konfrontrasi isu perbatasan. "Donald Trump memiliki caranya sendiri dalam memandang berbagai hal," sebut Lopez Obrador dalam sebuah pidato di kota Poza Rica.
"Saya ingin menekankan dengan jelas bahwa kita semua tidak akan bertengkar dengan pemerintah Amerika Serikat," sambung dia.
Menanggapi gelombang keimigrasian, Lopez Obrador menilai banyak warga di beberapa negara Amerika Tengah tidak memiliki banyak pilihan dalam hidup. "Jadi, mereka mencari cara untuk bertahan hidup. Itu adalah hak asasi manusia. Kita tidak seharusnya mengecam keimigrasian," ungkap Lopez Obrador.
Sebelumnya, Lopez Obrador telah menegaskan bahwa Meksiko juga sebenarnya sedang mengatasi masalah keimigrasian gelap.
"Segala sesuatu mengenai kafilah imigran dan lainnya itu terkait dengan politik dan kampanye (pemilu AS) -- itulah mengapa saya tidak mau ikut-ikutan," ucap Lopez Obrador, sebelum Trump mengeluarkan pernyataan terbarunya via Twitter.
Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard merespons pernyataan terbaru Trump. Dia mengatakan Meksiko "tidak akan mengambil tindakan berdasarkan ancaman."
"Kami adala tetangga yang hebat. Coba tanya saja 1,5 juta warga AS yang memilih menyebut negara kita sebagai rumah," tutur Ebrard.
Baca: Lagi-lagi Trump Ancam Tutup Perbatasan Meksiko
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News