Presiden AS Donald Trump di Washington, 3 Mei 2019. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Presiden AS Donald Trump di Washington, 3 Mei 2019. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Ketegangan di Gaza Meningkat, Trump '100 Persen' Dukung Israel

Internasional israel palestina jalur gaza palestina israel
Willy Haryono • 06 Mei 2019 08:19
Washington: Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung penuh Israel dalam ketegangan terbaru yang terjadi di Jalur Gaza sepanjang akhir pekan.
 
Sedikitnya 19 orang meninggal dunia di Jalur Gaza dan empat lainnya di Israel dalam pertempuran kedua kubu yang disebut-sebut sebagai paling serius sejak perang 2014.
 
Israel mengaku melancarkan serangkaian serangan udara sebagai balasan atas peluncuran ratusan roket dari Gaza, wilayah yang dikuasai kelompok Hamas. Sembilan dari 19 korban tewas di Gaza dikonfirmasi sebagai militan terafiliasi Hamas atau grup bernama Islamic Jihad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekali lagi, Israel diserang rentetan roket oleh grup teroris Hamas dan Islamic Jihad. Kami 100 persen mendukung Israel yang membela semua warganya," tulis Trump di Twitter, dikutip dari laman AFP, Senin 6 Mei 2019.
 
"Kepada warga Gaza -- aksi teroris terhadap Israel hanya akan mendatangkan penderitaan. Akhiri kekerasan dan cobalah berusaha mencapai perdamaian. Hal tersebut dapat terwujud!" lanjut dia.
 
Selain militan, beberapa korban tewas lainnya di Gaza adalah warga sipil, termasuk seorang ibu hamil dan bayi berusia empat bulan. Militer Israel belum mengeluarkan komentar resmi mengenai klaim kematian tersebut.
 
Sementara di sisi Israel, empat warga sipil tewas terkena ratusan roket yang diluncurkan dari Gaza. Israel juga menyebut Hamas atau grup lainnya di Gaza sempat menembakkan satu misil anti-tank.
 
Tiga dari empat korban tewas diidentifikasi sebagai warga Israel, sementara yang keempat belum diumumkan.
 
Penasihat Trump yang juga merupakan menantunya, Jared Kushner, mengindikasikan bahwa rencana perdamaian AS untuk Timur Tengah tidak akan lagi mempertimbangkan Solusi Dua Negara atau Two-State Solution.
 
Inti dari Solusi Dua Negara adalah membagi dua wilayah Yerusalem kepada Israel dan Palestina. Sebelumnya, pemerintahan AS di bawah Trump telah mengakui keseluruhan Yerusalem sebagai milik Israel.
 
Trump juga telah memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
 
Selama ini, Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka. Sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.
 
Baca:Langkah Trump atas Israel Menjauhkan Perdamaian dengan Palestina
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif