Pesawat maskapai Ethiopian Airlines. (Foto: AFP)
Pesawat maskapai Ethiopian Airlines. (Foto: AFP)

Rekaman Suara Terakhir Pilot Ethiopian Airlines

Internasional kecelakaan ethiopian airlines
Willy Haryono • 31 Maret 2019 10:33
New York: Surat kabar Wall Street Journal (WSJ) merilis sebuah artikel yang mendeksripsikan rekaman suara terakhir dari pilot pesawat maskapai Ethipian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 yang jatuh pada 10 Maret.
 
Sistem anti-stall di pesawat tersebut, berjenis Boeing 737 Max 8, diduga sejumlah pihak sebagai penyebab utama terjadinya kecelakaan yang menewaskan 157 orang.
 
Tidak lama setelah lepas landas dari bandara di Addis Ababa, pesawat Ethiopian Airlines ET302 yang berada di ketinggian 137 meter di atas tanah mulai memperlihatkan keanehan. Bagian hidung pesawat turun dengan sendirinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan laporan di artikel WSJ, seperti dikutip dari laman BBC, Sabtu 30 Maret 2019, salah satu pilot mengatakan kepada rekannya, "naikkan, naikkan!" sebelum akhirnya radio pesawat mati. Pesawat Ethiopian Airlines ET302 jatuh enam menit usai lepas landas.
 
WSJ -- mengaku telah berbicara dengan sejumlah orang terkait investigasi kecelakaan -- mengatakan bahwa informasi ini "menggambarkan kegagalan (sistem) yang membuat bingung kru penerbangan."
 
Sejumlah bocoran informasi dari investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines di Ethiopia dan Amerika Serikat pekan ini mengindikasikan sistem anti-stall Boeing 737 Max 8 teraktivasi secara otomatis usai lepas landas.
 
Dinamakan Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS), sistem anti-stall tersebut juga disinggung dalam kecelakaan fatal maskapai Lion Air JT610 yang jatuh pada Oktober tahun lalu. Pesawat yang juga berjenis Boeing 737 Max 8 itu jatuh tak lama usai lepas landas, yang menewaskan 189 orang.
 
Investigasi dari kecelakaan Lion Air mengindikasikan MCAS mengalami malfungsi, dan memaksa hidung pesawat turun lebih dari 20 kali, sebelum akhirnya jatuh ke laut.
 
MCAS adalah sistem yang secara otomatis akan membuat hidung pesawat mengarah ke bawah jika sistem mendeteksi adanya ancaman stalling -- suatu kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat.
 
Otoritas Ethiopia telah mengatakan ada "kemiripan nyata" antara kecelakaan Lion Air dengan Ethiopian Airlines. Mengenai bocoran informasi dan artikel WSJ, Ethiopian Airlines dan otoritas Ethiopia menolak berkomentar.
 
Kekhawatiran mengenai Boeing 737 Max 8 memicu dikandangkannya jenis pesawat tersebut di seluruh dunia. Amerika Serikat adalah salah satu negara terakhir yang memutuskan melarang terbang Boeing 737 Max 8.
 
Baca:FAA Bela Prosedur Keselamatan usai Kecelakaan Boeing 737 Max 8
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif