Warga Minneapolis, Alex Pretti tewas ditembak agen federal saat melakukan protes. dok epa
Warga Minneapolis, Alex Pretti tewas ditembak agen federal saat melakukan protes. dok epa

Perawat di Minneapolis AS Tewas Ditembak Agen Federal, Begini Kronologinya

Adri Prima • 25 Januari 2026 14:26
Jakarta: Seorang warga Minneapolis, Amerika Serikat tewas ditembak oleh agen patrol perbatasan AS saat melakukan protes, Sabtu, 24 Januari 2026 waktu setempat.
 
Korban diidentifikasi sebagai Alex Pretti, 37, seorang perawat lokal yang menjadi warga sipil kedua yang tewas di tangan agen federal dalam bulan ini.
 
Insiden ini memicu bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat. Pihak berwenang bahkan harus mengerahkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes operasi besar-besaran oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di kota tersebut.
 

Kronologi


Ketegangan di Minneapolis sudah meningkat sejak pemerintahan Trump mengerahkan 2.000 agen federal pada 6 Januari lalu. Operasi ini diluncurkan sebagai respons terhadap perintah deportasi bagi imigran di Minneapolis. 
 
Baca juga:
Berpidato di Davos, Trump Bahas Greenland Sembari Menyindir Eropa


Situasi kian memanas setelah penembakan fatal warga negara AS, Renee Nicole Good, pada 8 Januari silam.
 
Dalam insiden terbaru, sebuah video yang diverifikasi BBC memperlihatkan detik-detik para agen mengepung dan menjatuhkan Pretti ke tanah di Nicollet Avenue.
 
Dalam rekaman tersebut, seorang agen tampak memukul Pretti beberapa kali sebelum suara tembakan terdengar dan korban tersungkur. Polisi setempat mendeskripsikan Pretti sebagai pemilik senjata api yang sah dan tidak memiliki catatan kriminal selain pelanggaran parkir.
 

Respons Donald Trump


Presiden Donald Trump menanggapi insiden ini dengan membela tindakan para agen. Melalui media sosial, ia mengunggah foto senjata yang diklaim milik Pretti dan mempertanyakan peran polisi lokal.
 
"Walikota dan Gubernur memanggil mereka (polisi lokal)? Disebutkan bahwa banyak dari polisi ini tidak diizinkan melakukan tugasnya, sehingga ICE harus melindungi diri mereka sendiri - bukan hal yang mudah dilakukan!" tulis Trump.
 
Tanpa memberikan bukti, Trump juga menuduh pejabat lokal melakukan penutupan fakta dan menyebut retorika mereka sebagai "hasutan pemberontakan". Situasi di Minneapolis hingga kini dilaporkan masih sangat volatil dengan penjagaan ketat di berbagai sudut kota.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan