Petugas forensik Turki memeriksa gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Senin 15 Oktober 2018 malam. (Foto: AFP/Ozan Kose)
Petugas forensik Turki memeriksa gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Senin 15 Oktober 2018 malam. (Foto: AFP/Ozan Kose)

Arab Saudi Dikabarkan Siap Akui Pembunuhan Jurnalis

Internasional arab saudi turki
Fajar Nugraha • 16 Oktober 2018 14:07
Riyadh: Pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah bersiap untuk mengakui bahwa wartawan Jamal Khashoggi yang hilang, telah dibunuh. Namun laporan ini belum terkonfirmasi.
 
Laporan ini dikeluarkan sejumlah media Amerika Serikat (AS), yang mengutip beberapa sunber yang mengatakan kematian Khashoggi terjadi akibat interogasi yang kebablasan.’
 
Kantor berita CNN melaporkan orang-orang di balik operasi itu kemungkinan bermaksud menculik Khashoggi dari konsulat Arab Saudi di Istanbul. Pihak Konsulat juga membawanya kembali ke Arab Saudi untuk diinterogasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Laporan-laporan mengatakan laporan Arab Saudi diperkirakan akan mengatakan operasi yang menyebabkan kematiannya dilakukan tanpa izin resmi dan mereka yang mengakibatkan kematiannya akan diminta pertanggungjawabannya. Khashoggi tampak berjalan ke konsulat itu dua minggu lalu dan sejak itu belum terlihat,” sebut laporan VOA Indonesia, Selasa 16 Oktober 2018.
 
Sebelumnya, Senin 15 Oktober 2018 Presiden Donald Trump melontarkan gagasan ‘pembunuh gelap’ mungkin telah membunuh Khashoggi.
 
Arab Saudi Dikabarkan Siap Akui Pembunuhan Jurnalis
Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)
 
Menurut Trump, Raja Arab Saudi Salman dalam percakapan telepon selama 20 menit pada Senin mengatakan kepadanya, tidak mengetahui apa yang terjadi pada Khashoggi. Selama ini Khashoggi dikenal sebagai pengkritik pewaris takhta Arab Saudi, Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
 
"Bantahannya kepada saya sangat, sangat kuat," kata Trump di Gedung Putih. "Saya tidak tidak ingin menebak apa yang ada di benaknya, tetapi kedengarannya seperti ada ‘pembunuh gelap’ (di balik kasus Khashoggi), siapa tahu, bukan?" tegasnya.
 
Trump mengirim Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Riyadh untuk berbicara dengan Putra Mahkota Salman mengenai hilangnya Khashoggi. Trump bertekad untuk tidak menutup-nutupi apapun dalam menentukan apa yang terjadi pada Khashoggi.
 
Baca:Trump Duga Ada 'Pembunuh Gelap' dalam Kasus Khashoggi
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif