Trump Duga Ada 'Pembunuh Gelap' dalam Kasus Khashoggi
Demonstran membawa foto Jamal Khashoggi di depan Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 5 Oktober 2018. (Foto: AFP/File / OZAN KOSE)
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengangkat wacana adanya "pembunuh gelap" yang mungkin bertanggung jawab atas hilangnya Jamal Khashoggi, jurnalis asal Arab Saudi. Khashoggi hilang usai memasuki gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

Trump mengaku telah menelepon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

"Baru saja berbicara dengan Raja Arab Saudi, yang membantah mengetahui apapun mengenai nasib satu warga negaranya," tulis Trump di Twitter, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin 15 Oktober 2018.


Serangkaian komentar terbaru dari Arab Saudi difokuskan pada "tidak mengetahui apa-apa mengenai segaja jenis pembunuhan," dan juga membantah telah mengeluarkan perintah semacam itu.


Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Setelah menulis di Twitter, Trump bertemu sekelompok jurnalis di Gedung Putih. "Bantahannya sangat, sangat kuat," ujar Trump merujuk pada Raja Salman.

"Menurut saya, mungkin ada pembunuh gelap di balik kasus ini, siapa yang tahu, bukan?" lanjut dia.

Sementara itu, tim investigator gabungan Turki dan Arab Saudi menggeledah gedung konsulat milik Riyadh di Istanbul, Senin 15 Oktober 2018 malam waktu setempat. Tim penyidik kepolisian dari Turki masuk ke konsulat sekitar satu jam setelah grup investigator Arab Saudi.

Saat tiba di konsulat, tim gabungan tidak mengatakan apa-apa kepada awak media. Polisi setempat kemudian menyerukan kepada semua awak media untuk menjauh dari area konsulat.

Baca: Tim Gabungan Geledah Konsulat Arab Saudi di Istanbul



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id