Diskriminasi terhadap ras tertentu dikhawatirkan muncul akibat imbas virus korona. Foto: AFP
Diskriminasi terhadap ras tertentu dikhawatirkan muncul akibat imbas virus korona. Foto: AFP

Sekjen PBB Suarakan Keprihatinan Virus Korona Picu Diskriminasi

Internasional pbb Virus Korona
Fajar Nugraha • 05 Februari 2020 13:14
New York: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa 4 Februari menyuarakan keprihatinan tentang kemungkinan diskriminasi terhadap kelompok orang tertentu karena epidemi virus korona baru.
 
"Sangat mudah untuk pindah ke perspektif di mana cenderung ada diskriminasi, cenderung ada pelanggaran hak asasi manusia dan cenderung ada stigma pada orang tak berdosa hanya karena etnis mereka," kata Guterres dalam konferensi pers, seperti dikutip AFP, Rabu, 5 Januari 2020.
 
“Kami minta solidaritas internasional yang kuat, serta dukungan yang kuat kepada Tiongkok dalam situasi sulit ini, tetapi juga bagi negara-negara lain yang mungkin terkena dampak," ujar Guterres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“PBB suarakan keprihatinan yang kuat untuk menghindari stigmatisasi orang-orang yang tidak bersalah dan yang mungkin menjadi korban dari situasi itu,” tuturnya.
 
Mengenai upaya Tiongkok untuk membendung penyebaran virus korona, ia mengatakan Negeri Tirai Bambu telah mengerahkan sumber daya yang sangat besar dan kapasitas yang sangat besar untuk merespons, sesuatu yang diakui PBB sepenuhnya.
 
Dia juga menggarisbawahi dukungan badan-badan PBB untuk memerangi Tiongkok melawan epidemi, menunjuk pada pekerjaan yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
“WHO telah sangat aktif berusaha mendukung Tiongkok dan mendukung negara-negara lain di mana kasus telah dikembangkan," katanya.
 
Selain itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi dan Dana Anak-anak PBB (UNICEF) juga cukup aktif dalam merespons epidemi ini.
 
Guterres mengakui bahwa virus korona adalah sesuatu dengan dimensi, yang kadang-kadang sulit untuk sepenuhnya ditanggapi. Tetapi PBB meurut Guterre menekankan bahwa pihaknya berusaha memobilisasi kapasitas dan sumber daya terbaik.
 
Hingga saat ini korban tewas akibat virus korona mencapai 493 dan korban terinfeksi mencapai 24.505 jiwa. Namun jumlah korban yang berhasil disembuhkan mencapai 902 orang.
 


 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif