Presiden AS Donald Trump dalam acara di Houston, Texas, 22 Oktober 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Loren Elliott)
Presiden AS Donald Trump dalam acara di Houston, Texas, 22 Oktober 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Loren Elliott)

Trump Sebut AS Siap Tingkatkan Senjata Nuklir

Internasional amerika serikat rusia as-rusia
Willy Haryono • 23 Oktober 2018 10:14
Washington: Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat siap meningkatkan persenjataan nuklir. Sebelumnya, Trump mengumumkan hendak menarik diri dari perjanjian nuklir yang disepakati Washington dengan Moskow di era Perang Dingin.
 
Akhir pekan kemarin, Trump memicu kekhawatiran usai berkata hendak mundur dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty atau INF. Perjanjian itu ditandatangani mantan Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin terakhir Uni Soviet Mikhail Gorbacev pada 1987.
 
Menjelaskan keputusannya menarik diri, Trump mengatakan kepada awak media di Washington bahwa Rusia "tidak patuh terhadap semangat dari perjanjian tersebut."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sembari menanti orang-orang di luar sana kembali tersadar, kita akan membangunnya," lanjut dia, merujuk pada persediaan hulu ledak nuklir AS, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa 23 Oktober 2018. "Hal ini seharusnya dilakukan bertahun-tahun lalu."
 
"Ini bisa menjadi ancaman bagi siapa saja. Dan itu termasuk Tiongkok. Dan itu termasuk Rusia," sebut Trump.
 
Baca:AS akan Mundur dari Perjanjian Nuklir, Rusia Geram
 
Sementara itu, Rusia mengingatkan bahwa penarikan diri dari INF dapat menjadi pukulan telak bagi keamanan global. Dewan Keamanan Rusia mengatakan Moskow siap bekerja sama dengan AS demi menyelamatkan INF.
 
Senin kemarin, Bolton mendiskusikan nasib INF bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Ia juga berdiskusi "hampir lima jam" dengan Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.
 
Berbicara kepada awak media usai bertemu Patrushev, Bolton mengatakan Rusia berkukuh tidak melanggar INF. "Mereka meyakini tidak pernah melanggar INF, dan mengatakan 'Andalah yang melanggar INF,'" sebut Bolton.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi