Trump Gunakan Jargon 'Game of Thrones' terhadap Iran
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)
Washington: Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump akan menjatuhkan kembali semua sanksi ekonomi terhadap Iran yang pernah dihapuskan lewat perjanjian nuklir 2015. Gedung Putih mengatakan serangkaian sanksi tersebut merupakan yang "terkeras" terhadap sektor energi, perbankan dan jasa pengiriman Iran.

Meski sanksi akan diberlakukan kembali, AS tidak berencana menghukum delapan negara yang masih mengimpor minyak dari Iran. Negara-negara anggota Uni Eropa yang mendukung perjanjian 2015 mengaku akan melindungi sejumlah perusahaan yang masih menjalankan bisnis "resmi" dengan Iran.

Trump menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 -- bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) -- pada Mei lalu. Ia menilai JCPOA sebagai perjanjian "cacat."


"Sanksi akan datang (Sanctions are Coming)," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip dari BBC, Sabtu 3 November 2018. Trump merujuk pada jargon "Winter is Coming" dari serial televisi ternama Game of Thrones.

Baca: PBB Perintahkan AS Cabut Sanksi Iran

AS secara bertahap menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran usai menarik diri dari JCPOA. Namun sejumlah analis menilai penjatuhan sanksi kali ini merupakan yang terberat karena menargetkan banyak sektor utama perekonomian Iran.

JCPOA membatasi aktivitas nuklir Iran, dan sebagai gantinya Teheran mendapat peringanan atau pencabutan sanksi ekonomi. Barack Obama, presiden AS kala itu, menilai JCPOA dapat mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Tiongkok juga ikut menandatangani JCPOA dan tetap berkomitmen hingga kini. Mereka mengaku akan membangun sebuah sistem pembayaran baru untuk dapat tetap berbisnis dengan Iran sembari menghindari sanksi AS.

Trump berpendapat JCPOA tidak menghentikan Iran dalam mengembangkan program misil balistik dan mengintervensi beberapa negara tetangganya, termasuk Suriah dan Yaman. Selama ini, Iran menuduh Trump sedang melancarkan "perang psikologi" terhadap Teheran.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id