Seperti dilansir dari laman AFP, sekitar 22 korban selamat masih dirawat di rumah sakit, banyak dari mereka mengalami luka bakar parah hingga 80 persen.
Pada 18 Januari, jaringan pipa minyak di negara bagian Hidalgo sengaja dirusak seseorang. Ratusan orang pun berbondong-bondong menjarah bocoran minyak tersebut, sebelum akhirnya ledakan pun terjadi.
Tragedi terjadi saat pemerintah Meksiko sedang meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan pencurian minyak.
Pencurian minyak diperkirakan telah merugikan Meksiko hingga USD3 miliar atau setara Rp41 triliun pada 2017.
Ledakan di jaringan pipa dekat Tlahuelilpan itu terjadi sekitar dua jam usai kebocoran pertama kali terjadi. Para korban adalah mereka yang beramai-ramai mengambil minyak di lokasi kebocoran.
Minyak curian, atau "huachicol" dalam bahasa Meksiko, dijual di pasaran separuh dari harga minyak standar.
Meksiko beberapa kali dilanda ledakan mematikan di titik kebocoran pipa. Pencurian minyak ini merupakan bisnis ilegal berbahaya namun menguntungkan, yang pelakunya biasa melibatkan kartel narkotika atau oknum perusahaan minyak Pemex.
Baca: Kelalaian Diduga Menjadi Penyebab Ledakan Pipa BBM Meksiko
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News