Jalur pipa minyak yang meledak dijaga pasukan keamanan Meksiko. (Foto: AFP).
Jalur pipa minyak yang meledak dijaga pasukan keamanan Meksiko. (Foto: AFP).

Kelalaian Diduga Menjadi Penyebab Ledakan Pipa BBM Meksiko

Internasional meksiko
Fajar Nugraha • 22 Januari 2019 09:59
Meksiko City: Pihak berwenang Meksiko membuka penyelidikan atas apa yang menyebabkan ledakan pipa yang menewaskan 91 jiwa. Diduga kelalaian menjadi penyebab ledakan tersebut.
 
Baca juga: Korban Tewas Pipa BBM Bocor di Meksiko jadi 89 Orang.
 
Masih belum jelas bagaimana tepatnya peristiwa yang terjadi menjelang ledakan Jumat 19 Januari lalu. Ledakan terjadi ketika ratusan orang bergegas mengumpulkan bahan bakar dalam ember dan jery can dari bensin yang menyemburkan dari keran pipa ilegal di dekat kota Tlahuelilpan, di negara bagian pusat Hidalgo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Korban tewas akibat ledakan dan kebakaran berikutnya kini telah meningkat menjadi 91 orang,” kata Gubernur Hidalgo, Omar Fayad kepada Radio Formula, seperti dikutip AFP, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Jaksa Agung Alejandro Gertz mengatakan para penyelidik berusaha menentukan siapa yang merobek pipa. Apakah penduduk setempat bertindak sendiri atau salah satu kelompok kriminal yang telah mengubah pencurian bahan bakar menjadi industri yang sedang merebak di Meksiko.
 
Kemungkinan kelalaian oleh otoritas yang bertanggung jawab atas pipa juga ‘masalah mendasar’ dalam investigasi, Gertz mengatakan pada konferensi pers.
 
“Jejak waktu kejadian harus dibuat jelas dan tepat. Untuk melakukan itu, kita akan berbicara dengan masing-masing dan setiap otoritas yang melakukan intervensi," katanya.
 
“Interogasi akan mencakup pejabat dari kementerian pertahanan, polisi, perusahaan minyak negara Pemex dan pemerintah negara bagian Hidalgo dan kantor kejaksaan,” imbuhnya.
 
Video yang diambil sebelum ledakan menunjukkan bagaimana sekitar 700 orang berkumpul di pipa saat mengirim jet bensin ke udara, sementara tentara tentara berdiri, tampaknya melakukan sedikit intervensi.
 
Adegan yang hampir meriah berubah menjadi pertunjukan horor setelah ledakan, ketika para korban berteriak dengan pakaian menyala meninggalkan api besar, beberapa dengan luka bakar yang parah.
 
Hampir empat jam berlalu antara saat kebocoran terdeteksi dan saat pipa dimatikan, menurut pemerintah. Gertz mengatakan, para penyelidik juga sedang memeriksa apakah pembunuhan tiga pemimpin kelompok kartel Hidalgo baru-baru ini bisa menjadi faktor.
 
Pihak berwenang mengatakan perlu waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi semua korban ledakan, yang banyak di antara mereka dibakar tanpa bisa dikenali.
 
Bencana itu terjadi ketika pemerintah Presiden Andres Manuel Lopez Obrador melakukan penumpasan besar-besaran terhadap pencurian bahan bakar, yang menelan biaya Meksiko sekitar USD3 miliar pada tahun 2017.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif