Trump Sepakat Lanjutkan Perjanjian Nuklir Iran 2015
Presiden AS Donald Trump menuju pesawat kepresidenan di Maryland, 12 Januari 2018. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tidak akan menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran terkait program nuklir. Ini artinya, perjanjian historis nuklir Iran yang dibentuk pada 2015 tetap berlaku. 

Meski tidak sepenuhnya setuju, Trump menandatangani surat pengabaian sanksi, yang membuat Washington tetap berkomitmen terhadap perjanjian nuklir Iran 2015 hingga 120 hari ke depan. 

Trump mengingatkan, hal semacam ini akan "menjadi yang terakhir" terkait perjanjian nuklir Iran. 


Selama 120 hari atau empat bulan itu, Trump menginginkan Kongres AS dan negara-negara mitra di Eropa untuk membuat perjanjian baru pengganti tanpa perlu bernegosiasi dengan Iran. 

"Terlepas dari penolakan kuat dari saya, saat ini saya belum menarik AS dari perjanjian nuklir Iran," ungkap Trump dalam pernyataan resmi, seperti dilansir AFP, Jumat 12 Januari 2018. 

Baca: Iran Ancam Abaikan Kesepakatan Nuklir Jika AS Terus Jatuhkan Sanksi

"Saya telah menggambarkan dua kemungkinan ke depannya: perbaiki sejumlah kelemahan dalam perjanjian ini, atau AS akan mundur," lanjut dia. 

Perjanjian baru ini nantinya -- yang diinginkan Trump dibuat sejalan dengan hukum AS dan melibatkan Inggris, Prancis serta Jerman -- akan menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap program nuklir Iran. 

"Inti dari kebijakan saya adalah menghalangi semua rute yang mungkin diambil Iran untuk mendapatkan senjata nuklir," tutur Trump. 

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai keputusan Trump sebagai "percobaan putus asa untuk melemahkan perjanjian multilateral yang solid."

Terkait perjanjian itu, tambah Zarif, seharusnya sudah tidak dapat dinegosiasikan lagi. AS harus patuh terhadap perjanjian itu, sama seperti Iran.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id