Jakarta: Ambisi Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland ternyata juga mempengaruhi hubungan diplomatik AS dengan Inggris. Bahkan kasus Greenland ini berbuntut panjang hingga ke ranah dunia olahraga.
Terbaru, sejumlah anggota parlemen Inggris bahkan melontarkan usulan ekstrem yakni memboikot Piala Dunia sebagai bentuk protes terhadap arah kebijakan luar negeri Washington.
Anggota parlemen dari Partai Konservatif, Simon Hoare, secara terbuka menuding Trump telah menunjukkan sikap tidak hormat terhadap negara-negara sekutu. Ia menilai Inggris perlu memberikan respons sepadan dengan menyasar aspek-aspek yang menyentuh harga diri Presiden AS tersebut.
“(Trump) itu berkulit tipis (mudah tersinggung), memiliki ego besar, dan dia tidak suka dipermalukan. Apakah kunjungan kenegaraan (oleh Raja Charles ke AS) harus tetap berjalan tahun ini? Apakah tim sepak bola harus bermain di stadion-stadion Amerika untuk Piala Dunia? Ini adalah hal-hal yang akan mempermalukan presiden di dalam negerinya sendiri. Kita sekarang perlu melawan api dengan api,” tegas Hoare.
| Baca juga: Boikot Piala Dunia 2026, Cara Jitu Beri Efek Jera Donald Trump |
Pandangan tersebut juga diamini anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat, Luke Taylor. Menurutnya, Inggris saat ini tidak tengah berhadapan dengan sosok pemimpin yang rasional.
“Saya setuju dengan anggota terhormat dari North Dorset (Hoare) dan bertanya kepada pemerintah apakah mereka akan mempertimbangkan untuk membatalkan kunjungan Raja ke Amerika Serikat dan juga boikot Piala Dunia untuk menunjukkan kepada Donald Trump bahwa satu-satunya hal yang ia tanggapi adalah harga dirinya sendiri,” ujar Taylor.
Pemerintah Inggris utamakan jalur diplomasi
Meski wacana boikot dan pembatalan kunjungan kenegaraan mengemuka di parlemen, pemerintah Inggris memilih bersikap lebih berhati-hati. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyampaikan respons yang lebih terukur atas berbagai usulan tersebut.
Cooper menegaskan pemerintah tidak akan bertindak gegabah dan tetap memprioritaskan jalur komunikasi resmi dengan Washington. Ia menyatakan Inggris akan terus menempuh upaya diplomasi dengan Amerika Serikat, meskipun terdapat perbedaan pandangan yang signifikan terkait isu Greenland.
Isu Greenland sendiri memicu ketegangan transatlantik setelah Trump dilaporkan melancarkan tekanan, termasuk ancaman pengenaan tarif, guna memaksakan pembelian wilayah otonom milik Denmark tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di