'Donald Trump dari Brasil' Pimpin Negeri Samba
Jair Bolsonaro memenangkan pemilihan Presiden Brasil setelah melalui kampanye sengit. (Foto: AFP).
Rio de Janeiro: Jair Bolsonaro memenangkan pemilihan Presiden Brasil setelah melalui kampanye sengit. Siapa Bolsonaro ini?

Baca juga: Mantan Kapten Berhasil Memenangkan Pilpres Brasil.

Hasil resmi menunjukkan ia meraih 56 persen suara dengan 94 persen suara telah dihitung. Dalam pilpres Minggu 28 Oktober, Bolsonaro melawan Fernando Haddad dari Partai Pekerja yang bagian dari kelompok sayap kiri Brasil.
 
Pidato kemenangannya disiarkan langsung di Facebook, presiden terpilih berjanji "mengubah nasib Brasil bersama" dan mematuhi "Alkitab dan konstitusi".
 
Bergaya sebagai orang luar politik, Bolsonaro menjalankan kampanye yang ditandai dengan pembicaraan kasar dan posisi sayap kanan. Hal ini termasuk pujian untuk kediktatoran militer 1964-1985 Brasil, dukungan atas penyiksaan, dan rasisme terang-terangan, misogini, dan homofobia.
 
Dikutip dari Sky News, Senin 29 Oktober 2018, dua tahun lalu dia berkomentar bahwa kesalahan kediktatoran adalah 'sekadar menyiksa dan tidak membunuh' pembangkang dari kelompok kiri. Selama kampanye, dia bersumpah untuk mengirim seteru politiknya 'ke pengasingan atau ke penjara'.
 
Saingannya, Haddad, telah memperingatkan pada Minggu bahwa demokrasi dan kebebasan 'berisiko' dalam pilpres. Ia menggemakan kekhawatiran yang meluas bahwa kemenangan Bolsonaro akan mengundang bencana untuk hak asasi manusia dan kebebasan sipil.
 
Tapi bagi mayoritas pemilih Brasil, tokoh itu dipandang sebagai perubahan radikal yang menjanjikan, di negara yang terperosok selama bertahun-tahun oleh korupsi politik, kekerasan, dan resesi ekonomi.
 
Dijuluki 'Donald Trump dari Brasil', kebijakan yang akan diambil oleh Bolsonaro termasuk melonggarkan hukum kepemilikan senjata dan memungkinkan polisi menggunakan lebih banyak kekuatan.
 
Bolsonaro menjadi unggulan dalam banyak kampanye, memenangkan 46 persen sementara untuk Haddad 29 persen di putaran pertama pilpres pada 7 Oktober. Setelah berita tentang kekalahannya, Haddad, dengan sekitar 44 persen suara, bersumpah 'membela kebebasan dari 45 juta orang' yang mendukungnya dalam pilpres.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id