Mantan Kapten Berhasil Memenangkan Pilpres Brasil
Jair Bolsonaro memenangkan Pilpres Brasil dari Fernando Haddad. (Foto: AFP).
Brasilia: Jair Bolsonaro terpilih sebagai Presiden Brasil yang baru. Pada pemilihan Minggu 28 Oktober, mantan anggota militer berpangkat kapten ini mengalahkan Fernando Haddad.
 
Bolsonaro yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan ini berhadapan dengan Haddad yang tokoh sayap kiri. Keduanya bertarung dalam pemilu putaran kedua yang disertai kampanye yang getir dan memicu warga terpolarisasi.
 
Pendukung membanjiri jalan-jalan di luar rumah Bolsonaro di Rio de Janeiro setelah hasil diumumkan, melambai-lambaikan bendera Brasil dan menerangi langit dengan kembang api.
 
Hasil resmi menunjukkan Bolsonaro terpilih dengan raihan 55,48 persen suara, sementara suara yang dihitung sudah mencapai lebih dari 99,7 persen. Selama kampanye, politikus berusia 63 tahun itu bersumpah untuk menyelamatkan negara dari krisis.
 
Selama ini warga Brasil marah dengan korupsi, kejahatan dan kelesuan ekonomi yang merajalela di Negeri Samba. Resmi menjabat pada 1 Januari mendapat, Bolsonaro menjanjikan perubahan.
 
"Kami akan mengubah nasib Brasil bersama-sama," katanya dalam pidato kemenangannya yang disiarkan langsung dari rumahnya di Facebook, seperti dikutip AFP, Senin 29 Oktober 2018.
 
Platform media sosia seperti Facebook dia gunakan untuk berkampanye sejak seorang penyerang menikamnya di perut ketika melakukan kampanye pada 6 September. Disampaikan dengan nada tegas, pidato itu juga menampilkan momen yang lebih memecah belah.
 
"Saya berjanji untuk memerintah mengikuti Alkitab dan konstitusi. Kami tidak dapat terus menggoda sosialisme, komunisme, populisme dan ekstremisme kiri," tegasnya.
 
Namun dia berjanji untuk membela "konstitusi, demokrasi dan kebebasan". Hal ini dilontarkannya untuk menangkis peringatan lawannya, bahwa dirinya akan mencoba untuk membelok ke arah otoritarianisme setelah secara terbuka mengekspresikan kekagumannya atas kediktatoran militer brutal Brasil yang berkuasa pada 1964-1985.
 
Meskipun banyak orang menolak dengan dukungan terbuka dari penyiksaan yang digunakan oleh rezim militer, serta pernyataan yang dianggap misoginis, rasis dan homofobik, Bolsonaro berhasil memanfaatkan kemarahan anti-kemapanan yang mendorongnya menuju kemenangan.
 
Lautan pendukung di luar rumahnya merayakan kemenangannya dengan luar biasa. Seorang pengusaha yang kebetulan berkulit hitam, Andre Luiz Lobo merasa terwakili dengan kehadiran Bolsonaro, meskipun pada saat kampanye kerap melontarkan ucapan bernada rasisme.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id