Presiden AS Donald Trump memperlihatkan dokumen hak veto mengenai dana pembangunan tembok di Gedung Putih, Washington, 15 Maret 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)
Presiden AS Donald Trump memperlihatkan dokumen hak veto mengenai dana pembangunan tembok di Gedung Putih, Washington, 15 Maret 2019. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Trump Gunakan Veto Demi Dana Pembangunan Tembok

Internasional amerika serikat donald trump
Willy Haryono • 16 Maret 2019 09:50
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani hak veto perdana dalam masa kepresidenannya, Jumat 15 Maret 2019, untuk mendapatkan dana darurat pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko tanpa persetujuan Kongres.
 
Veto dikeluarkan usai deklarasi Trump mengenai keadaan darurat di perbatasan dihalangi Kongres AS, bahkan oleh beberapa politikus dari Partai Republik. Berbicara di Gedung Putih, Trump mengaku "bangga" dapat menandatangani veto ini.
 
Dikelilingi aparat penegak hukum, ajudan senior dan beberapa korban kejahatan lintas perbatasan, Trump mengatakan veto ini menegaskan kembali kekuasaannya untuk mendapat dana darurat tanpa Kongres. Menurutnya, veto ini ditandatangani demi "melindungi keselamatan semua warga Amerika."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Inkursi massal oleh para imigran gelap harus diakhiri," tegas Trump, seperti dikutip dari laman AFP. "Orang-orang tidak suka kata 'invasi,' tapi itu adalah yang terjadi di negara ini. Sistem keimigrasian kita sudah mencapai batasnya," lanjut dia.
 
Nancy Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Partai Demokrat, menyebut langkah terbaru Trump sebagai "penyalahgunaan wewenang" yang berada di luar jalur hukum. "Presiden terus menentang Konstitusi, Kongres dan keinginan rakyat Amerika," sebut Pelosi.
 
Pelosi menyebut usaha untuk menghalangi veto Trump akan dilakukan pada 26 Maret mendatang. Namun langkah tersebut sulit terwujud karena veto baru bisa dihalangi jika mendapat dukungan dari dua per tiga mayoritas Kongres AS.
 
Sebagian besar politikus Republik mendukung pandangan Trump bahwa situasi di perbatasan AS memang sudah semakin tak terkendali. Namun beberapa dari mereka menentang Trump yang mendeklarasikan status keadaan darurat dan juga veto. Menurut mereka, hal terkait pendanaan negara adalah urusan legislatif, bukan presiden.
 
Hal senada telah diucapkan Demokrat, yang menyebut langkah Trump telah merampas kekuatan Kongres perihal pencairan anggaran negara.
 
Trump telah membuat imigran gelap dan tembok perbatasan sebagai isu utama dalam masa kepemimpinannya. Dia mengatakan isu ini masih akan tetap menjadi salah satu prioritas dalam kampanye pemilihan umum presiden 2020.
 
Dana yang diminta Trump untuk pembangunan tembok adalah USD5,7 miliar atau setara Rp80 triliun.
 
Baca:16 Negara Bagian AS Gugat Status Darurat Nasional
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif