Kilang minyak Aramco di Arab Saudi mengeluarkan asap usai serangan drone. Foto: AFP
Kilang minyak Aramco di Arab Saudi mengeluarkan asap usai serangan drone. Foto: AFP

Intelijen AS Klaim Ada Bukti Iran Serang Kilang Arab Saudi

Internasional amerika serikat arab saudi iran saudi aramco
Fajar Nugraha • 17 September 2019 07:10
Washington: Intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa serangan terhadap sebuah fasilitas minyak Arab Saudi diluncurkan dari Iran. Penilaian ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran.
 
Sebuah sumber Kongres mengatakan anggota Partai Demokrat yang akrab dengan rincian tidak membantah bahwa serangan itu dilakukan oleh Iran. Hal tersebut menjadi inyal penting dari kesepakatan bipartisan di tengah ketidakpastian besar tentang klaim yang dibuat oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump
 
"Serangan ini memiliki tingkat kecanggihan yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata sumber Kongres, seperti dikutip CNN, Selasa, 17 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Anda tidak akan melihat Demokrat menolak kembali gagasan bahwa Iran ada di belakangnya,” tuturny.
 
Tiga pejabat AS mengatakan ada bukti yang sangat meyakinkan yang menunjukkan titik asal serangan, dan seorang pejabat dengan pengetahuan langsung menggambarkan bukti itu sebagai citra.
 
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo melalui Twitter pada Sabtu mengatakan bahwa Iran meluncurkan"apa yang disebutnya, "serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasokan energi dunia."
 
“Tujuan Iran adalah untuk menyebabkan lonjakan tajam di pasar komoditas sehingga dunia akan menyebabkan pemerintahan Trump mengubah kebijakannya," kata seorang mantan pejabat intelijen senior kepada NBC News.
 
Seorang juru bicara militer Arab Saudi mengatakan penyelidikan awal menunjukkan senjata Iran digunakan dalam serangan itu.
 
Kolonel Turki al-Malki juga mengatakan kepada wartawan di Riyadh Senin bahwa serangan Sabtu pagi tidak diluncurkan dari Yaman. Meskipun ada klaim dari pemberontak Houthi yang didukung Iran yang berperang di sana dengan Arab Saudi. Al-Maliki tidak menjelaskan lebih lanjut.
 
Serangan terhadap fasilitas pemrosesan minyak mentah utama Aramco menghancurkan 5,7 juta barel produksi minyak harian untuk Arab Saudi, atau lebih dari 5 persen dari produksi minyak mentah harian dunia, kata para analis.
 
Presiden Trump menulis Tweet pada Minggu bahwa AS siapkan senjata dan siap untuk merespons, setelah itu menentukan pelakunya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif