medcom.id, Cartagena: Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengecam pawai kelompok sayap kanan di Virginia yang berujung menjadi bentrokan berdarah, Minggu 13 Agustus 2017.
Dalam bentrokan antar grup sayap kanan dan kelompok penentangnya, tiga orang dilaporkan tewas. Satu orang tewas akibat ditabrak mobil, dua lainnya adalah polisi yang helikopternya jatuh di area hutan dekat Charlottesville.
"Kami tidak akan memberikan toleransi untuk kebencian dan kekerasan dari nasionalis kulit putih. Tidak ada toleransi bagi neo Nazi atau KKK," ucap Pence dalam sebuah konferensi pers di Cartagena, Kolombia, seperti dikutip AFP.
"Grup-grup berbahaya ini tidak memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat di Amerika. Kami mengecam keras mereka semua," lanjut dia, yang sedang dalam putaran pertama tur di Amerika Latin.
Pernyataan Pence kontras dengan Presiden AS Donald Trump. Setelah kekerasan meletus di Charlottesville pada Sabtu, Trump tidak mengecam kelompok nasionalis kulit putih.
Seorang wanita berusia 32 tahun tewas dan 19 lainnya terluka dalam penabrakan di Charlottesville. Kepala Kepolisian Charlottesville Al Thomas menyebut ada 16 orang lainnya yang terluka dalam insiden lain terkait demonstrasi.
Sementara itu Kepolisian Negara Bagian Virginia menyebutkan tidak adanya indikasi sabotase dalam insiden helikopter jatuh di area hutan dekat Charlottesville.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan