Alat berat membersihkan jalanan di kota Puri, India, usai diterjang Siklon Fani, 5 Mei 2019. (Foto: AFP/DIBYANGSHU SARKAR)
Alat berat membersihkan jalanan di kota Puri, India, usai diterjang Siklon Fani, 5 Mei 2019. (Foto: AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

PBB Puji Respons India terhadap Siklon Fani

Internasional india topan badai siklon tropis
Arpan Rahman • 06 Mei 2019 17:07
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah pakar memuji India atas sistem peringatan dini dan evakuasi lebih dari satu juta orang yang berhasil meminimalisasi jumlah korban tewas akibat Siklon Fani.
 
Siklon Fani menghantam wilayah pesisir timur India, terutama di negara bagian Odisha (sebelumnya bernama Orissa) di dekat Teluk Bengali yang berbatasan dengan Bangladesh.
 
"Evakuasi pemerintah India berjalan efektif dan telah berhasil menyelamatkan banyak nyawa," ucap pernyataan resmi dari Kantor Pengurangan Risiko Bencana PBB (UNDRR), dilansir dari laman Al Jazeera, Senin 6 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara UNDRR Denis McClean mengatakan sistem peringatan dini bencana pemerintah India memiliki akurasi tinggi. "Karena begitu akurat, otoritas (India) dapat melakukan rencana evakuasi dengan baik," tutur McClean.
 
Kepala Menteri Odisha Naveen Patnaik mengatakan bahwa Fani ini merupakan siklon tropis terbesar dan terlangka yang melanda daerahnya dalam beberapa tahun terakhir. Fani tiba di India pada Jumat 3 Mei, yang kemudian bergerak ke arah Bangladesh satu hari setelahnya.
 
Sejauh ini Siklon Fani telah menewaskan 34 orang. Sebagian besar korban tewas ada di kota Puri. Jyoti Prakash Das dari Puri mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jumlah korban tewas mungkin bertambah.
 
"Karena kelangkaannya, melacak dan memprediksi (Siklon Fani) sangat menantang. Faktanya, tidak ada satu orang pun yang yakin akan kemana (Siklon Fani) bergerak," sebut Patnaik.
 
"Hal ini memicu salah satu evakuasi terbesar dalam sejarah. Tercatat ada 1,2 juta orang yang dievakuasi dalam kurun waktu 24 jam," lanjut dia.
 
Pada 1999, Odisha juga terkena siklon kuat selama 30 jam yang menewaskan lebih dari 10 ribu orang. Sejak saat itu, sistem peringatan siklon sudah lebih membaik, dan dapat memberikan waktu kepada otoritas setempat untuk mengevakuasi warga ke tempat aman.
 
Baca:Siklon Fani Hancurkan Lebih dari 1.000 Rumah di Bangladesh
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif