Situs peluncuran roket Sohae di Korea Utara. (Foto: AFP)
Situs peluncuran roket Sohae di Korea Utara. (Foto: AFP)

Foto Satelit Indikasikan Korut Bersiap Luncurkan Roket

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 09 Maret 2019 16:14
Washington: Serangkaian foto satelit atas sebuah fasilitas dekat Pyongyang mengindikasikan Korea Utara mungkin sedang bersiap meluncurkan sebuah roket atau satelit. Meningkatnya aktivitas itu terpantau di sekitar situs bernama Sanumdong, tempat di mana Korut merakit sebagian besar misil balistik atau roketnya.
 
Foto-foto itu dirilis NPR, jaringan radio publik asal Amerika Serikat. Seperti dilansir dari laman BBC, Sabtu 9 Maret 2019, deretan foto NPR muncul setelah sebelumnya ada laporan bahwa situs utama peluncuran roket Korut di Sohae sedang dibangun ulang.
 
Upaya membongkar Sohae sudah dimulai sejak tahun lalu, namun terhenti saat dialog Korut dengan AS mengenai denuklirisasi tersendat. Dua Konferensi Tingkat Tinggi AS dengan Korut juga belum menghasilkan perjanjian apapun soal denuklirisasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumat kemarin, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya akan merasa kecewa jika Korut melanjutkan uji coba misil balistik.
 
"Saya akan merasa terkejut jika dia (pemimpin Korut Kim Jong-un) melakukan apapun yang tidak sesuai dengan komitmen kita. Tapi kita akan lihat bagaimana ke depannya," tutur Trump.
 
"Jika saya melihat ada uji coba (misil), maka saya akan merasa sangat kecewa," lanjut dia.
 
Sejumlah analis meyakini saat ini Korut mungkin hanya akan meluncurkan sebuah satelit ketimbang misil balistik. Namun AS mengatakan jika pun itu hanya satelit, langkah tersebut tetap tidak sejalan dengan komitmen yang ditunjukkan Kim kepada Trump di Singapura dan Vietnam.
 
Konvoi kendaraan besar terlihat beraktivitas di sekitar Sanumdong. Di masa lalu, adanya aktivitas semacam ini mengindikasikan Korut sedang bersiap meluncurkan semacam misil atau roket.
 
Sementara fasilitas peluncuran Sohae di situs Tongchang-ri pernah digunakan untuk meluncurkan satelit atau menguji coba misil -- tidak pernah untuk misil balistik.
 
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton pernah mengatakan Korut akan terkena lebih banyak sanksi jika tidak ada kemajuan dalam hal denuklirisasi.
 
KTT perdana Trump dan Kim di Singapura pada Juni tahun lalu hanya menghasilkan kesepakatan semu tanpa detail apapun. KTT kedua di Vietnam lebih parah lagi, karena berakhir tanpa ada pernyataan gabungan antara Trump dan Kim.
 
Baca:Trump Kecewa Jika Rudal Korut Dibangun Kembali
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif