Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) dan tokoh oposisi Juan Guaido. (Foto: AFP/STR)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (kanan) dan tokoh oposisi Juan Guaido. (Foto: AFP/STR)

Oposisi Venezuela akan Kirim Perwakilan untuk Dialog Damai

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 26 Mei 2019 13:19
Caracas: Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido akan mengirim delegasi ke Oslo pekan mendatang untuk dialog tatap muka secara langsung dengan perwakilan dari pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Pertemuan di Oslo adalah bagian dari upaya mediasi Norwegia dalam mendamaikan dua kubu bertikai di Venezuela.
 
"Mereka akan berbicara dengan pemerintah Norwegia dan juga perwakilan rezim (Maduro)," tutur Guaido, dikutip dari laman AFP, Minggu 26 Mei 2019.
 
Guaido, yang diakui Amerika Serikat serta puluhan negara lain sebagai presiden interim Venezuela, mengatakan bahwa delegasi oposisi akan dipimpin Wakil Juru Bicara Parlemen Stalin Gonzales dan Gerardo Blyde. Keduanya sudah pernah berdialog dengan pemerintah Norwegia di fase awal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez dan Gubernur Miranda, Hector Rodriguez, telah mewakili pemerintahan Maduro dalam fase awal dialog damai di Norwegia. Belum diketahui apakah keduanya akan berpartisipasi dalam dialog pekan depan.
 
Mencoba menenangkan pendukungnya yang tidak menyukai opsi dialog, Guaido menegaskan bahwa pertemuan fase awal di Norwegia beberapa waktu lalu bukan sebuah "negosiasi." Ia menegaskan perjanjian apapun yang nantinya disepakati di Oslo harus meliputi kepergian Maduro dari jabatan presiden dan jadwal pemilihan umum terbaru.
 
"Dengan menggnakan semua strategi dan alat yang kita punya, kita akan mendorong perjuangan kita ke fase akhir," ungkap Guaido kepada para pendukungnya di Carora, negara bagian Lara.
 
Wacana negosiasi damai di Oslo muncul usai Guaido dan Maduro bersitegang selama berbulan-bulan. Guaido dan para pendukungnya menilai kepemimpinan Maduro di periode kedua tidak sah karena pemilihan umum tidak diikuti banyak tokoh.
 
Maduro juga dinilai oposisi gagal mengangkat Venezuela dari jurang krisis ekonomi yang mencekik. Hiperinflasi di Venezuela membuat mata uang bolivar hampir tidak ada nilainya. Berbagai bahan kebutuhan pokok di Venezuela juga minim, yang memaksa jutaan warga melarikan diri ke beberapa negara tetangga.
 
Namun Maduro kokoh bertahan di kursi presiden karena masih didukung sebagian besar elemen militer dan beberapa negara besar seperti Rusia dan Tiongkok. Guaido sempat ingin memicu pemberontakan militer pada 30 April, namun berakhir gagal.
 
Baca:Jenderal Venezuela Serukan Militer Bangkit Lawan Maduro
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif