Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido di Caracas, 5 Juli 2019. (Foto: AFP/CRISTIAN HERNANDEZ)
Tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido di Caracas, 5 Juli 2019. (Foto: AFP/CRISTIAN HERNANDEZ)

Dialog Damai Konflik Venezuela Dipindahkan ke Barbados

Internasional konflik venezuela venezuela
Willy Haryono • 08 Juli 2019 09:28
Caracas: Dialog damai antara pemerintah Venezuela dan kubu oposisi akan dilanjutkan, namun tempat pelaksanaannya dipindah dari Norwegia ke Barbados. Kabar tersebut disampaikan tokoh oposisi Venezuela Juan Guaido pada Minggu 7 Juli, setelah dirinya menolak melanjutkan diskusi di Norwegia.
 
"Merespons upaya mediasi Kerajaan Norwegia, kami akan menghadiri pertemuan dengan perwakilan rezim perebut kekuasaan di Barbados," ujar Guaido, merujuk pada pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti dilansir dari AFP, Senin 8 Juli 2019.
 
Pemerintah Maduro sebelumnya telah mengindikasikan bahwa dialog damai dengan oposisi akan berlanjut pekan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Maduro Serukan Dialog di Perayaan Kemerdekaan Venezuela
 
Delegasi pemerintah Venezuela dan oposisi telah bertemu langsung di Oslo untuk kali pertama pada akhir Mei. Dialog dua kubu bertikai dimediasi Norwegia, dalam upaya mencari solusi damai dari konflik politik berkepanjangan.
 
Krisis politik di Venezuela dipicu aksi Guaido yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pada Januari lalu. Guaido menilai kekuasaan Maduro di periode kedua tidak sah karena pemilu berlangsung tanpa dihadiri banyak tokoh.
 
Selain krisis politik, Venezuela juga dilanda resesi selama lima tahun yang berimbas pada minimnya pasokan makanan, obat-obatan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Hal tersebut telah membuat jutaan warga Venezuela melarikan diri dan mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain.
 
Selain mengumumkan lokasi kelanjutan dialog, Guaido juga berniat mendorong Caracas kembali bergabung dengan Perjanjian Pertahanan Antar-Amerika yang telah ditinggalkan Venezuela pada 2012.
 
Sejumlah elemen oposisi meyakini perjanjian tersebut dapat memungkinkan adanya intervensi militer asing untuk menggulingkan Maduro.
 
"Kami memiliki hak yang sah untuk membangun kapasitas dan aliansi internasional demi melindungi masyarakat serta kedaulatan negara," tulis Guaido di Twitter.
 
Deklarasi Guaido sebagai presiden interim telah diakui Amerika Serikat dan puluhan negara lainnya. Namun Maduro tetap kokoh sebagai presiden karena masih didukung sebagian besar elemen militer Venezuela.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif