Jakarta: Saepul alias Bang Epul, sosok yang disebut sebagai koordinator aksi demonstrasi untuk memboikot presenter Ruben Onsu di depan kantor salah satu stasiun televisi swasta, akhirnya angkat bicara. Ia muncul melalui sebuah video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf kepada Ruben.
Video tersebut diunggah Ruben melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat, 6 November 2026. Dalam rekaman itu, Saepul mengakui dirinya menjadi pihak yang mengoordinasikan massa untuk menggelar demonstrasi di depan kantor Trans TV pada Kamis, 5 November 2026.
"Saya Saepul, saya meminta maaf kepada Koh Ruben Onsu atas kegaduhan di tanggal 5 hari Kamis di depan Trans TV.Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena saya sudah membawa massa," ungkap Saepul, dikutip dari akun Instagram @ruben_onsu.
Saepul menjelaskan, dirinya mendapat permintaan dari seseorang berinisial A untuk mengerahkan sejumlah orang dalam aksi tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa demonstrasi itu secara khusus ditujukan kepada Ruben Onsu.
"Tapi saya sendiri tidak bermaksud untuk membuat kegaduhan tersebut. Karena sebelumnya saya diminta oleh salah satu oknum yang berinisial A untuk membawa pesanan massa dan saya pun tidak tahu tujuannya untuk Koh Ruben," sambungnya.
Ia mengaku hanya menerima informasi mengenai bayaran dan lokasi berkumpul tanpa mengetahui lebih jauh tujuan aksi tersebut.
"Karena saya hanya dikasih tahu soal fee, harga, dan titiknya saja," tutupnya.
Dalam klarifikasinya, Saepul juga menyampaikan dugaan bahwa pihak yang memintanya mengerahkan massa memiliki tujuan untuk menjatuhkan nama Ruben. Ia menduga aksi tersebut dimaksudkan agar Ruben tidak lagi dipercaya menjadi brand ambassador (BA).
Menanggapi pengakuan Saepul, Ruben mengaku heran dengan pekerjaan yang dijalani sosok Bang Epul. Melalui keterangan unggahan video tersebut, Ruben menyinggung dugaan adanya jasa untuk menyerang dirinya, program televisi, hingga merek yang bekerja sama dengannya.
"Ooogitu, selain demo ada jasa serang-serang setiap program dan brand-brand yang ada saya nya dan serang Company yang bekerjasama dgn saya sbg BA ya gitu sampai target nya saya di cut gitu ya???" tulis Ruben.
Sebelumnya, pada Kamis, 5 November 2026, Ruben sempat mengunggah sejumlah tangkapan layar percakapan dari grup WhatsApp yang diduga berkaitan dengan rencana aksi demonstrasi tersebut.
Dalam unggahan itu, terlihat informasi mengenai koordinasi massa untuk menggelar aksi boikot terhadap Ruben. Salah satu tangkapan layar juga memperlihatkan tawaran bayaran sebesar Rp40 ribu bagi orang yang bersedia ikut dalam demonstrasi tersebut.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan