Rima Melati tampak dihibur oleh artis Widyawati (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia P)
Rima Melati tampak dihibur oleh artis Widyawati (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia P)

Rima Melati: Aku Ingin Ikut Dikubur Bersama Frans

Anindya Legia Putri • 25 Maret 2015 16:31
medcom.id, Jakarta: Sebagai seorang istri, Rima Melati merupakan orang yang paling merasa kehilangan Frans Tumbuan.
 
Terhitung 42 tahun sudah pasangan selebritas ini mengayuh biduk rumah tangga. Selama ini, Rima dan Frans dikenal sebagai sebagai pasangan yang romantis. Pernikahan mereka sepi dari gosip miring.
 
"Hatiku saat ini hancur ditinggal olehnya. 42 tahun kita menjalani hidup bersama. Walaupun anak-anak sudah besar, tapi (perlakuan) dia ke saya layaknya orang masih pacaran. Dia selalu ajak saya makan enak ke berbagai restoran. Walaupun saya tidak pernah meminta emas berlian, dia tetap memberikan cincin berlian untuk saya," ungkap Rima saat ditemui usai pemakaman Frans, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2015).

Walaupun senang kerap diajak ke restoran, terselip perasaan bersalah Rima karena membiarkan Frans selalu makan enak.
 
"Bodohnya saya. Seharusnya saya mikirin kesehatan dia. Seenaknya saja saya makan romantis sama dia. Dan akhirnya, (kadar) gulanya tinggi. Frans Tumbuan itu tidak pernah check up. Aku gobl*k selalu memanja dia," ujar Rima yang tampak menahan air mata.
 
Rima bercerita bahwa selama 42 tahun menikah, semua hal dinikmati berdua. Tak pernah sekalipun Frans bersenang-senang sendirian.
 
Itulah yang membuat Rima bak kehilangan separuh jiwa sepeninggal aktor tiga zaman itu.
 
"Ketika beliau meninggal, hari pertama, saya rasanya mau ikut dia. Tapi Tuhan mengajarkan, semua ada waktunya. Saya berdoa kepada Tuhan untuk minta waktu sebentar, menghabiskan umur bersama anak cucu. Dan saya juga berdoa agar saya cepat dipanggil Tuhan untuk bisa kembali bersama Frans," harap Rima.
 
Frans Tumbuan meninggal pada usia 76 tahun. Sebelum tutup usia, dia sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada Cilandak, Jakarta Selatan.
 
Namun, Frans akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat menderita sakit gula (diabetes) pada Senin, 23 Maret 2015.
 
Setelah disemayamkan di rumah duka St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, selama dua hari, jenazah Frans dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Maret 2015.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan