Ernest Prakasa (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)
Ernest Prakasa (Foto: Medcom.id/Nia Deviyana)

Ernest Prakasa Tegur Arie Untung Terkait Isu Diskriminasi Etnis

Hiburan ernest prakasa
Purba Wirastama • 10 Desember 2018 18:15
Jakarta: Komika dan sutradara Ernest Prakasa menegur Arie Untung di media sosial terkait kabar unjuk rasa menolak konvensi PBB tentang penghapusan diskriminasi etnis di Malaysia pada Sabtu lalu. Ernest mempertanyakan sikap Arie yang justru mendukung diskriminasi. 

Konvensi yang dimaksud adalah International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) yang sudah efektif sejak Januari 1969. Pemerintah Malaysia akhirnya akan meratifikasi konvensi tersebut untuk menghapus diskriminasi etnis. 

Namun gerakan yang didukung parpol UMNO dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS) menolak upaya itu. Mereka khawatir ratifikasi ICERD akan menekan hak mereka sebagai warga keturunan Melayu. Para pendemo turun ke jalan-jalan Kuala Lumpur pada Sabtu, 8 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lewat akun Twitter @ArieKuntung, Arie mengunggah empat foto dari atas yang menampilkan massa protes dengan pakaian serba putih. "The power of ukhuwah Malaysia - 812," kicau Arie pada Minggu pagi, 9 Desember. Angka "812" merujuk ke tanggal dan bulan unjuk rasa digelar. 

Tangkapan layar kicauan Arie Untung di Twitter (Foto: Twitter @ArieKuntung)


Ernest, lewat @ErnestPrakasa, mengutip kicauan Arie dan mempertanyakan sikapnya.

"812 itu demo menentang ICERD (International Convention on the Elimination of Racial Discrimination). Pemerintah Malaysia mau menghapus diskriminasi, tetapi dilawan oleh orang-orang ini. Jadi, lo pribadi lebih pro ke diskriminasi etnis? Lo banyak pekerjaan di MNC. Hary Tanoe itu Cina, FYI," kicau Ernest pada Senin siang. 

Kicauan ini langsung mendapat ribuan respon. Ernest menjelaskan lebih lanjut urgensi tegurannya terhadap Arie ketika seorang warganet meminta dia sabar.

"Enggak bisa. Orang rasis itu berbahaya, apalagi rasis yang nanggung, enggak mau memperjuangkan kesetaraannya tapi mau nerima duitnya," tulisnya. 



Tangkapan kicauan layar Ernest yang menanggapi kicauan Arie Untung (Foto: Twitter @ernestprakasa)

Ernest juga membagikan ulang sejumlah kicauan yang ikut mempertanyakan sikap Arie. Misalnya dari Arie Kriting, yang berpendapat bahwa sejumlah pihak hanya peduli terhadap jumlah massa, bukan substansi protesnya. 

Lalu ada Ligwina Hananto yang mengajak warganet untuk kembali ke makna "ukhuwah" atau persaudaraan. 

"Islam enggak mengajari rasis. Negara lain yang enggak mau tanda tangan ICERD itu Myanmar sehingga Muslim Rohingya dianggap bukan manusia. Jadi kalau ini lo anggap ukhuwah, Muslim Rohingya gimana nasibnya," kicau Ligwina.

Lebih lanjut, Ernest membagikan infografi pengertian dan muatan konvensi ICERD. Dia menyebut bahwa menolak ICERD sama dengan mendukung upaya diskriminasi. Dia juga meminta untuk mengingat derita Rohingya di Myanmar dan Uyghur di China. Beberapa tahun terakhir, dukungan bagi etnis Rohingya datang salah satunya dari Indonesia. 

"Keras mengutuk diskriminasi terhadap minoritas, tetapi ketika ada demo yang menentang ICERD, malah didukung. Mohon maaf, ini logikanya di mana?" sambung Ernest. 
 


(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi