Hartini mengungkapkan kesedihannya melalui media sosial setelah Marco Panari meninggal dunia pada Sabtu, 30 Januari 2021. Di antara ungkapan kesedihan, terselip kemarahan Hartini kepada teman-teman yang bersama Marco sebelum tewas.
Sebelum meninggal, Marco memang sempat mengonsumsi minuman keras di beberapa tempat bersama teman-temannya. Ketika Marco dianggap dalam kondisi mabuk, teman-temannya pergi karena mengira adik artis Angela Gilsha itu tertidur. Tapi setelah kembali didatangi sore harinya, Marco tak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia malam harinya.
"Tuhan ambil Marco dengan cara yang tidak terduga. Marco diizinkan Tuhan bertemu dengan teman-teman yang salah, anak-anak tolol dan biadab yang membiarkan Marco menderita meregang nyawa di depan mata mereka hingga Marco kehilangan nyawa," tulis Sha Alberthine Hartini.
Hartini lalu mengenang kebiasaan-kebiasaan yang selalu dia lakukan bersama Marco. Termasuk reaksi Marco setiap kali ditanya sedang di mana.
"Mama selalu panggil Marco dengan sebutan 'anak ganteng kesayangan mama'. Mama tahu kalau Marco suka sebel karena setiap hari pasti Mama tanya, 'Marco di mana? Lagi apa? Sudah makan apa belum?' Saking sebelnya Marco selalu jawab, 'Mom I am not a kid anymore!' tapi Mama tahu kalau Marco juga sayang sama Mama. Karena di HP Marco di WhatsApp Marco tulis 'Mom' dengan simbol (hati) yang banyak," lanjutnya.
Marco Panari tewas di usia muda yakni, 23 tahun. Meski awalnya kesal dan dilanda amarah, Hartini coba menerima kenyataan sang anak tidak akan kembali ke dunia. Perlahan dia mulai memahami jika ini bagian dari takdir Tuhan.
"Dua puluh tiga tahun terlalu sedikit waktu yang Tuhan beri untuk Mama membesarkan dan mendidik Marco. Waktu, tenaga, dan hati Mama selalu Mama siapkan untuk Marco. Mama protes sama Tuhan kenapa Tuhan ambil Marco dari Mama terlalu cepat?"
"Tapi Mama sadar Marco adalah milik Tuhan. Bahkan Tuhan jauh lebih sayang sama Marco. Mama bersyukur Tuhan titip Marco di rahim Mama menjadi ibu yang melahirkan dan membesarkan Marco anak ganteng, pintar, dan baik hati." lanjut Hartini.
"Hati Mama hancur sehancur-hancurnya melihat Marco terbujur kaku dan sudah dingin di ruang UGD. Habis sudah air mata Mama Nak... Mama harap Mama bisa lewati lembah air mata ini. Mama harus ikhlas dan terima kenyataan ini sebagai rencana Tuhan dalam hidup Mama," tulis Hartini lagi.
Polisi saat ini masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab pasti kemarian Marco. Mereka sudah memeriksa sejumlah saksi seperti teman-teman Marco hingga satpam apartemen. Dugaan sementara dari keterangan dokter, Marco Panari meninggal karena tersedak.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda