Rima mengaku, setiap malam sebelum tidur, Frans selalu memeluk dan mengecup lembut bibirnya.
"Saya tidak bisa hidup sendiri. Dia terlalu manjain saya. Setiap mau tidur, saya dipeluk dan dicium bibir saya. Apalagi belakangan ini. Tapi tidak ada perasaan kalau dia akan meninggalkan saya. Dia adalah teman, kekasih, dan partner saya dalam segala hal," kenang Rima yang ditemui usai pemakaman Frans di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (25/3/2015).
Tak hanya itu, Frans acap kali mengajak Rima ke restoran untuk menyantap hidangan lezat. Kata Rima, tak pernah sekalipun Frans bersenang-senang sendirian tanpa mengajaknya.
Bahkan pernah pula tanpa diminta Frans membelikannya cincin berlian.
"Walaupun saya tidak pernah meminta emas berlian, dia tetap memberikan cincin berlian untuk saya," tutur Rima.
Frans Tumbuan meninggal pada usia 76 tahun. Sebelum tutup usia, dia sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada Cilandak, Jakarta Selatan.
Namun, Frans akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat menderita sakit gula (diabetes) pada Senin, 23 Maret 2015.
Setelah disemayamkan dua hari di rumah duka St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, jenazah Frans dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Maret 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News