Nikita Mirzani. Foto: Dok/Instagram
Nikita Mirzani. Foto: Dok/Instagram

Izin Usaha Holywings di Jakarta Dicabut, Ini Reaksi Nikita Mirzani

Patrick Pinaria • 28 Juni 2022 18:38
Jakarta: Seluruh outlet Holywings di DKI Jakarta ditutup. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencabut izin usaha tempat hiburan tersebut berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) DKI.
 
Setidaknya ada 12 outlet Holywings yang ditutup Pemprov DKI. Di antaranya, Holywings di Kelurahan Tanjung Duren Utara, Holywings Kalideres, Holywings di Kelapa Gading Barat, Tiger, Dragon, Holywings PIK, Holywings Reserve Senayan, Holywings Epicentrum, Holywings Mega Kuningan, Garison, Holywings Gunawarman, Vandetta Gatsu.
 
Kabar pencabutan izin usaha Holywings sudah didengar artis Nikita Mirzani yang juga selaku pemegang saham. Namun, ia enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau tanya soal Holywings, langsung tanya saja ke manajemennya. Karena gue cuma naruh duit di sana," ujar Nikita Mirzani dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment pada Senin, 27 Juni 2022.
 
Baca: 12 Outlet Holywings di Jakarta Ditutup, Ini Daftarnya 
 
"Yang jelas di Holywings itu banyak yang mencari nafkah di sana. Kita punya ribuan pegawai yang juga mencari nafkah di sana," lanjutnya.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata mengungkapkan sejumlah alasan pencabutan izin usaha Holywings di Jakarta. Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan gabungan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP dan Satpol PP. Dari peninjauan gabungan tersebut, ditemukan beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin.
 
"Pertama, hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi," papar Andhika.
 
Sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus dimililiki oleh operasional usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya. 
 
Penelusuran lebih lanjut, Holywings Group juga melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI Jakarta. Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat. 
 
(PAT)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif