Dzawin Nur (Foto: Medcom/Krispen)
Dzawin Nur (Foto: Medcom/Krispen)

Dzawin Nur Geram Ada Warganet Kaitkan Korona dengan SARA

Sunnaholomi Halakrispen • 07 Maret 2020 20:14
Jakarta: Aktor dan komedian Dzawin Nur tetap melakukan aktivitasnya bepergian meski virus korona tengah merebak, termasuk di Indonesia. Ia pun menceritakan pengalaman yang sempat dialaminya saat traveling ke Singkawang Kalimantan Barat.
 
Dzawin tinggal di Singkawang pada 6-8 Februari 2020. Tujuannya, traveling menikmati keindahan wilayah Singkawang sekaligus membuat konten video untuk vlog di Youtube channelnya.
 
Di dalam video tersebut, ditampilkan kegiatan seputar Cap Go Meh oleh orang keturunan Tionghoa yang berada di Singkawang. Setelah video tersebut diunggah, Dzawin cukup terkejut, terheran, dan agak geram dengan respons netizen atau warganet.

"Orang langsung bilang di komen cukup banyak, 'Hati-hati Win, itu orang Tionghoa semua, hati-hati nanti lu tertular korona'. Lah kan mereka orang Indonesia. Seakan-akan korona ini orang lebih concern ke rasisnya," ucapnya kepada Medcom.id di FX Sudirman, Jakarta Pusat.
 
Selain itu, di waktu yang berdekatan Dzawin juga traveling ke Bali. Ia memerhatikan masyarakat di sekitar destinasi yang dikunjunginya.
 
Selama dua bulan kos di Pulau Dewata itu, ia jarang melihat turis asing memakai masker. Meskipun, covid-19 terkesan menghantui kekhawatiran sejumlah orang dan sebagian berpikir harus mengenakan masker.
 
"Orang sana jarang pakai masker. Tapi ada juga biasanya yang pakai masker itu cewek yang pakai motor. Mereka kalau enggak ada isu korona juga pakai masker supaya melindungi wajah (tidak terkena debu dan polusi)," ucap Dzawin.
 
Konon, pemakaian masker dianggap bisa menangkal korona. Namun nyatanya, pola hidup bersih dan sehat yang justru efektif melindungi tubuh agar mengurangi risiko terserang virus.
 
Dzawin sangat setuju bahwa masker tidak wajib, karena dia sendiri tidak menggunakan masker saat ada wabah korona. Ia tak takut traveling, dibarengi dengan menjaga kondisi kesehatan tubuh yang tetap fit.
 
Sebab menurutnya, hal paling penting ketika traveling ialah memahami kondisi lingkungan destinasi pariwisata yang akan dikunjungi. Khususnya, soal begal yang harus lebih diwaspadai dibandingkan panik soal korona.
 
"Jalan-jalan itu yang bahaya bukan korona-nya, tapi begal harus lebih diwaspadai daripada korona. Kalau jalan-jalan concern gue terbelah ke hal-hal yang lebih bahaya daripada korona. Begal, maling, enggak dapat angkot. Kan jalan kaki capek kita, enggak tahu jalan, nyasar," ungkapnya.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan