Formasi Lama Turnstile dengan Brady Ebert (Foto: Instagram @turnstilehq)
Formasi Lama Turnstile dengan Brady Ebert (Foto: Instagram @turnstilehq)

Fitnah Band Lamanya, Eks Gitaris Turnstile Malah Dikeluarkan dari Band Baru

Elang Riki Yanuar • 08 Februari 2026 21:00
Ringkasnya gini..
  • Brady Ebert dikeluarkan dari band barunya The S.E.T. usai menuduh Turnstile menyalahgunakan dana konser amal.
  • The S.E.T. memecat Ebert karena komentar dan perilaku tak pantas, sebulan jelang rilis EP debut mereka.
  • Tuduhan Ebert ke Turnstile mencuat lewat media sosial dan belum mendapat tanggapan resmi darinya.
Jakarta: Brady Ebert mantan gitaris band hardcore punk Turnstile,  dikeluarkan dari band barunya, The S.E.T., setelah menuduh anggota band lamanya menyalahgunakan uang hasil konser penggalangan amal.
 
Band hardcore baru asal Baltimore, Amerika Serikat itu mengumumkan pengeluaran Ebert lewat pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka @theselfevidenttruth. Kabar ini datang satu bulan sebelum The S.E.T. merilis EP debut mereka, Self Evident Truth, pada 6 Maret nanti. 
 
“Brady tidak lagi menjadi anggota THE S.E.T. Kami tidak memaafkan komentar dan perilakunya yang tidak pantas terhadap anggota band serta komunitas kami,” tulis The S.E.T. 

Lanjutnya, “Kami akan terus berjuang untuk skena musik hardcore Baltimore dan berterima kasih atas seluruh dukungan mereka.”
Band ini debut pada bulan September tahun lalu saat mereka tampil perdana di sebuah restoran Meksiko di Baltimore. Ebert belum menanggapi pemecatannya dari band secara terbuka.
 
Hal ini terjadi setelah Ebert membagikan serangkaian komentar provokatif di media sosial yang ditujukan kepada mantan rekan bandnya dalam beberapa pekan terakhir.
 
Pada akhir Januari kemarin, Turnstile mengunggah sebuah foto dengan tulisan “abolish ICE” atau “hapuskan ICE” sebagai pernyataan sikap terhadap tindakan Departemen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). 
 
Foto tersebut kemudian diunggah ulang oleh Jesea Lee, seorang jurnalis musik. Dari situ, Ebert mulai mengomentari unggahan Turnstile dan menuduh band tersebut melakukan politik performatif.
 
“Lmao, gak ada satu pun di Turnstile yang peduli sama etika atau isu-isu sosial secara umum. Mereka cuman menghibur penonton mereka," tulis Ebert, dikutip dari NME.
 
Ebert kemudian menuduh kalau band tersebut menyalahgunakan dana dari konser amal sebelumnya. Ia mengklaim bahwa Turnstile mengumpulkan US$10 ribu (Rp168,5 juta) dari konser tersebut sebelum vokalis utama Brendan Yates diduga mencuri US$4 ribu (Rp67,5 juta) dari pendapatan. 
 
“Mereka mengklaim kalo semua hasil penjualan akan disumbangkan untuk layanan kesehatan tunawisma,” tulisnya.  
Dia kemudian menyebut tentang kepergiannya dari Turnstile pada tahun 2022 setelah 12 tahun bersama. Pada saat itu, NME mengutip bahwa drummer Daniel Fang telah mengajukan permohonan perintah pembatasan terhadap Ebert.
 
“Teman-temanku juga ngajuin perintah pembatasan dan coba tebak? Mereka bawa dua pengacara. Gue datang ke pengadilan sendirian dan hakim MENOLAK perintah tersebut karena gak ada ketentuan dalam undang-undang yang mengatur syarat-syarat harus dipenuhi buat dapetin perintah penahanan. Mereka gak bisa memenuhi syarat-syarat itu,” tulis Ebert.
 
Fitnah Band Lamanya, Eks Gitaris Turnstile Malah Dikeluarkan dari Band Baru
 
“Dengan kata lain, mereka gak punya alasan buat ngajuin gugatan itu, dan semuanya cuman lewat pesan teks yang mereka tunjukkan kepada hakim. Hakim setuju sama gue tanpa gue harus bersaksi. Jadi, lain kali sebelum lu nyebarin informasi palsu, bilang langsung ke muka gue," sambungnya.
 
Ebert adalah salah satu pendiri Turnstile bersama vokalis Brendan Yates. Mereka mendirikan band ini pada tahun 2010, didampingi oleh bassis dan vokalis Franz Lyons, drummer Daniel Fang, serta gitaris Sean Cullen (yang keluar pada tahun 2015 dan digantikan oleh Pat McCrory). Dia bermain dalam tiga album studio band tersebut: Nonstop Feeling (2016), Time & Space (2018), dan Glow On (2021).
 
Di sisi lain, Turnstile mendapatkan lima nominasi di ajang Grammy Awards tahun ini dan menorehkan sejarah penting untuk skena musik hardcore dunia. Mereka pun membawa pulang piala kategori Best Rock Album untuk album Never Enough serta Best Metal Performance dengan lagu “Birds”.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA