Turnstile meraih kemenangan dalam kategori Best Rock Album serta Best Metal Performance, pencapaian yang semakin menegaskan posisi mereka sebagai salah satu band paling berpengaruh di musik alternatif saat ini.
Penghargaan Best Rock Album diraih lewat album terbaru mereka, NEVER ENOUGH (2025). Di kategori tersebut, band yang digawangi Brendan Yates (vokal, synthesizer), Pat McCrory (gitar), Meg Mills (gitar), Franz Lyons (bass), dan Daniel Fang (drum) berhasil mengungguli nama-nama besar seperti Deftones, HAIM, Linkin Park, hingga Yungblud.
Dalam pidato kemenangannya, Brendan Yates mempersembahkan penghargaan tersebut kepada komunitas hardcore, khususnya skena Baltimore Hardcore (BCHC), serta berbagai komunitas yang mereka temui sepanjang perjalanan tur Turnstile.
"Komunitas yang kami temukan lewat musik punk dan hardcore telah memberi kami tempat yang aman untuk “berayun” di tengah kegelapan, lalu mendarat di sebuah tempat yang indah," ungkap Brendan Yates dalam pidato kemenangan mereka yang dikutip dari kanal YouTube Recording Academy pada Senin, 2 Februari 2026.
"Jadi, untuk keluarga kami, teman-teman, pasangan, rekan seperjalanan, dan juga untuk Baltimore, terima kasih. Kami sayang kalian," tutupnya.
Tak berhenti di situ, Turnstile juga menyabet penghargaan Best Metal Performance lewat lagu “Birds”. Dalam kategori ini, mereka berhasil mengalahkan band-band metal papan atas seperti Dream Theater, Ghost, Sleep Token, dan Spiritbox.
Secara keseluruhan, Turnstile mencatatkan prestasi impresif dengan meraih lima nominasi di Grammy Awards 2026. Selain dua piala yang telah dikantongi, Brendan Yates dan kawan-kawan masih berpeluang menambah koleksi penghargaan lewat nominasi Best Alternative Music Performance, Best Rock Song, dan Best Rock Performance.
Album NEVER ENOUGH sendiri menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier Turnstile, melanjutkan momentum yang sebelumnya dibangun lewat album GLOW ON, yang juga sempat masuk nominasi Grammy pada 2023.
Dirilis pada Juni 2025, album keempat ini memadukan nuansa musik hardcore punk yang eksplosif, ditambah sentuhan new wave era 80-an, serta loop drum khas Baltimore Club dari Daniel Fang.
Eksperimen tersebut membuat album ini terasa fresh dan berani, sekaligus membawa Turnstile menembus posisi No.9 Billboard 200, pencapaian tertinggi mereka sejak band ini terbentuk pada 2010.
2025 Jadi Tahun Keemasan Turnstile

Turnstile (Foto: Instagram @turnstileluvconnection)
2025 jelas menjadi tahun paling gemilang bagi Turnstile. Band ini tampil sebagai headliner di Glastonbury dan Coachella, dua festival terbesar di dunia, prestasi yang jarang diraih oleh band yang berasal dari skena musik hardcore.
Mereka juga menjadi perbincangan di media sosial setelah penampilan Tiny Desk Concert (NPR) mereka viral. Di sesi live yang biasanya dikenal intim dan tenang itu, Brendan Yates malah melakukan crowd-surfing di dalam kantor NPR, mengubah ruang kerja di sana mendadak jadi mini-pit.
Aksi spontan yang dilakukan Yates tersebut langsung jadi simbol energi liar sekaligus kehangatan khas Turnstile bersama dengan para penggemar mereka.
Band ini juga sempat tampil di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, di mana mereka membawakan dua lagu baru yaitu "I Care" dan "Dull", memperlihatkan bagaimana musik hardcore bisa tetap terasa besar dan relevan di televisi nasional Amerika.
Kini, Turnstile bukan hanya band hardcore punk yang dikenal dengan energi liar dari para personel dan penggemarnya. Mereka telah berhasil menjelma menjadi ikon generasi baru musik alternatif dan menjadi salah satu band yang penampilan live-nya patut untuk ditunggu.
Turnstile Pernah Konser di Indonesia
Pada 8 Juli 2018, Turnstile, band hardcore punk asal Baltimore, Amerika Serikat, datang tampil di venue kecil Rossi Musik Fatmawati di Jakarta Selatan sebagai bagian dari tur mereka di Asia dan memperkenalkan energi panggungnya yang intens kepada komunitas hardcore lokal, di mana konser itu berlangsung dengan suasana padat dan ramai penggemar yang ikut mosh pit serta bernyanyi bersama set setlist mereka yang cepat dan mentah, menjadikan penampilan itu sebagai momen penting bagi fans musik keras di Jakarta pada tahun tersebut.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News