Dalam pidato kemenangannya, Olivia Dean berdiri di atas panggung dengan mata berkaca-kaca karena haru.
“Saya berdiri di sini sebagai cucu dari seorang imigran,” ucap Olivia Dean, dikutip dari Los Angeles Times, pada Senin, 2 Februari 2026.
“Saya adalah buah dari sebuah keberanian, dan saya rasa orang-orang seperti mereka layak untuk dirayakan. Kita bukanlah apa-apa tanpa satu sama lain,” lanjutnya.
Kemenangan ini menjadi pencapaian perdana bagi Olivia Dean di ajang Grammy Awards. Ia sukses mengungguli deretan nomine kuat lainnya seperti KATSEYE, The Marias, Addison Rae, sombr, Leon Thomas, Alex Warren, dan Lola Young.
Alasan Kemenangan Olivia Dean di Grammy 2026
Berdasarkan laman resminya, The Recording Academy menekankan bahwa seorang musisi dianggap “baru” jika karya yang dirilis dalam periode penilaian berhasil membangun identitas publiknya, mendapat perhatian luas, dan menunjukkan dampak signifikan dalam industri musik. Hal inilah yang menjadi alasan utama mengapa Olivia Dean memenangkan penghargaan tersebut meski ia telah berkecimpung di industri musik selama hampir satu dekade.Kategori Best New Artist sebelumnya juga pernah melambungkan nama-nama besar di panggung musik dunia, mulai dari Olivia Rodrigo, Megan Thee Stallion, Billie Eilish, hingga Dua Lipa.
Perjalanan Karier dan Kesuksesan Album The Art of Loving
Olivia Dean mengawali kariernya dengan merilis singel debut "Reason to Stay" secara independen pada 2018. Penyanyi kelahiran London ini mulai mencuri perhatian publik pada tahun yang sama setelah mengunggah video cover "(You Make Me Feel Like) A Natural Woman" di YouTube sebagai penghormatan bagi mendiang Aretha Franklin.Setelah merilis album studio debut bertajuk Messy pada 2023, Olivia Dean benar-benar meraih kesuksesan masif di Amerika Serikat melalui album lanjutannya, The Art of Loving, yang rilis pada 2025. Kesuksesan ini didorong oleh popularitas singel ketiga berjudul "Man I Need."
Lagu tersebut menjadi hit besar yang berhasil menduduki posisi ke-2 di Billboard Hot 100. Pencapaian ini sangat mengesankan mengingat lagu tersebut sempat merangkak dari posisi ke-82 saat pertama kali debut pada September lalu.
"Saya belum pernah masuk tangga lagu sebelumnya, padahal saya sudah merilis musik sejak lama. Jadi, ini terasa seperti dunia yang baru bagi saya," ungkap Olivia Dean kepada Billboard.
Vokal Lantang Terhadap Industri Tiket Konser
Selain prestasinya di dunia musik, Olivia Dean sempat menjadi sorotan publik tahun lalu setelah melayangkan kritik tajam terhadap Ticketmaster dan platform serupa terkait harga tiket resale yang melonjak drastis. Ia mengecam praktik tersebut dan menyebutnya sebagai layanan buruk yang sangat merugikan, serta bertentangan dengan keinginan para musisi.Menanggapi protes keras tersebut, Ticketmaster akhirnya setuju untuk membatasi harga tiket resale dan melakukan pengembalian dana kepada para penggemar yang telah membayar harga jauh di atas standar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News