Taylor Swift (Foto: instagram @taylorswift)
Taylor Swift (Foto: instagram @taylorswift)

Phil Collins Nilai Taylor Swift Layak Jadi Bintang Pop Terbesar Dunia

Agustinus Shindu Alpito • 03 Agustus 2026 15:41
Ringkasnya gini..
  • Phil Collins mengaku sejak awal yakin Taylor Swift layak menjadi salah satu artis terbesar di dunia.
  • Ia mengenang penampilan akustik "White Horse" yang dibawakan Taylor Swift pada ajang Songwriters Hall of Fame.
  • Collins juga mengungkap sebagian besar lirik "In The Air Tonight" lahir dari improvisasi saat proses rekaman.
Jakarta: Musisi legendaris Phil Collins mengaku tidak terkejut melihat Taylor Swift menjelma menjadi salah satu artis terbesar di dunia. Menurut mantan personel Genesis itu, kesuksesan yang diraih pelantun Shake It Off tersebut memang pantas didapatkan.
 
Dalam wawancara di program BBC Radio 2: Tracks of My Years, Collins mengenang momen pertama kali bertemu Swift pada ajang Songwriters Hall of Fame sekitar 2010. Saat itu, putrinya, Lily Collins, memperkenalkan dirinya kepada Swift yang kala itu belum menjadi superstar seperti sekarang.
 
Collins kemudian memilih lagu 'White Horse' sebagai salah satu lagu favoritnya dan mengungkap alasan di balik pilihannya.
 
"Saya menghadiri acara Songwriters Hall of Fame. Itu sudah lama sekali. Taylor Swift ada di sana. Lucunya, Lily yang memperkenalkan kami karena dia mengenalnya. Saya sebenarnya sudah pernah mendengar namanya, tetapi saat itu dia belum sebesar sekarang."

Momen yang paling membekas baginya adalah ketika Taylor tampil seorang diri dengan gitar.
 
"Perempuan yang sangat baik ini naik ke panggung dengan gitar dan menyanyikan 'White Horse.' Penampilannya benar benar membuat saya terpukau. Lagunya luar biasa, maknanya benar benar menyentuh saya, dan dia menyanyikannya dengan sangat indah. Semuanya terasa begitu sederhana, hanya dia dan gitarnya."
 
Sejak saat itu, Collins mengaku selalu memiliki tempat khusus untuk lagu tersebut. Ia pun merasa senang melihat perjalanan karier Swift yang terus melesat.
 
"Sejak saat itu saya selalu menyukai lagu ini. Saya juga sangat senang sekarang dia menjadi bintang terbesar di dunia karena saya merasa dia memang pantas mendapatkannya."
 
Menurut Collins, kesuksesan besar sering kali membuat seseorang menjadi sasaran kritik. Namun, dalam pandangannya, Swift memang layak memperoleh pencapaian tersebut.
 
"Memang mudah mengkritik seseorang yang sangat sukses, tetapi saya rasa dia benar benar pantas mendapatkannya."
 
Dalam kesempatan yang sama, Collins juga berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik salah satu lagu paling ikonisnya, 'In The Air Tonight.' Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lirik lagu tersebut lahir secara spontan saat proses penciptaan.
 
"Saya jarang sekali duduk lalu berpikir, 'Saya mau menulis tentang apa?' Biasanya ketika saya bermain piano, sesuatu akan muncul dengan sendirinya. Setelah dua atau tiga baris lirik, saya sudah tahu arah dan perasaan lagu itu."
 
Bahkan, Collins menyebut sekitar 80 persen lirik 'In The Air Tonight' merupakan hasil improvisasi.
 
"Contoh paling jelas adalah 'In The Air Tonight'. Sekitar 80 persen lagunya lahir dari improvisasi. Saya menemukan suara akor di keyboard Prophet 5, dan suara itulah yang akhirnya terdengar di rekaman. Saya mungkin hanya memainkannya sekali atau dua kali, saya tidak benar benar mengolahnya terlalu lama."
 
Baginya, proses tersebut bukan semata hasil keterampilan teknis, melainkan juga keberuntungan.
 
"Itulah mengapa saya tidak menganggapnya sebagai hasil kerajinan semata. Ada unsur keberuntungan yang sangat besar di dalamnya."
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA