Phoebe Bridgers (Foto: dok. Frank Ockenfels)
Phoebe Bridgers (Foto: dok. Frank Ockenfels)

Penantian 6 Tahun Berakhir, Phoebe Bridgers Rilis Album Lost Weekend

Basuki Rachmat • 19 Agustus 2026 08:34
Ringkasnya gini..
  • Phoebe Bridgers kembali setelah enam tahun dengan album solo ketiga Lost Weekend yang berisi 16 lagu dan dirilis melalui Dead Oceans.
  • Lost Weekend menandai era baru Phoebe Bridgers dengan eksplorasi musik lebih luas, disertai video musik surealis untuk lagu I Can't Wait.
  • Album Lost Weekend disambut penggemar global lewat midnight listening event, termasuk di Indonesia, sebelum Phoebe Bridgers memulai tur arena 45 tanggal.
Jakarta: Setelah enam tahun tidak merilis album solo penuh, penyanyi sekaligus penulis lagu indie folk Phoebe Bridgers akhirnya kembali dengan karya terbarunya. Ia resmi meluncurkan album solo ketiga bertajuk Lost Weekend melalui label Dead Oceans.
 
Album yang memuat 16 trek tersebut menandai fase baru dalam perjalanan musikal Phoebe Bridgers. Ia tetap mempertahankan kekuatan songwriting yang selama ini menjadi identitasnya, tetapi kali ini menghadirkannya dengan eksplorasi musikal yang lebih luas dan sejumlah pendekatan baru.
 
Perilisan Lost Weekend turut disertai video musik untuk lagu "I Can't Wait". Video tersebut disutradarai Chris Maggio dan Pablo Rochat dengan pendekatan visual surealis serta penuh warna yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di Los Angeles.

Lost Weekend menjadi album solo pertama Phoebe Bridgers sejak Punisher yang dirilis pada 2020. Album keduanya itu mendapat sejumlah nominasi GRAMMY Awards sekaligus semakin mengukuhkan posisi Bridgers sebagai salah satu penulis lagu penting dari generasinya.
Sebelumnya, Phoebe Bridgers memperkenalkan karakter musikalnya melalui album debut Stranger in the Alps. Album yang dirilis tak lama setelah ia berusia 23 tahun tersebut mendapat perhatian berkat kemampuan Bridgers dalam merangkai lirik dan cerita personal melalui musik.

Sambutan Global Jelang Rilis Album Lost Weekend

Antusiasme terhadap Lost Weekend bahkan sudah terasa sebelum album resmi dirilis. Penggemar di berbagai negara merayakannya melalui rangkaian global midnight listening events yang digelar di sejumlah wilayah.
 
Di Asia Tenggara, sejumlah sesi tersebut dilaporkan mencapai kapasitas penuh. Para penggemar mendapat kesempatan mendengarkan album lebih awal sekaligus memperoleh rilisan fisik eksklusif dan merchandise edisi terbatas.
 
Di Indonesia, acara tersebut digelar di Millers Records Jakarta dan Bali bertepatan dengan hari perilisan album.
Perayaan Lost Weekend juga berlanjut di sejumlah planetarium di berbagai negara sepanjang pekan perilisan. Sesi tersebut menghadirkan pengalaman audiovisual khusus melalui dua konsep visual, yakni pertunjukan dome karya fotografer langit malam Babak Tafreshi serta pertunjukan laser imersif dari Laser Fantasy.
 
Kedua pengalaman tersebut menawarkan interpretasi visual berbeda terhadap atmosfer musik yang dihadirkan Phoebe Bridgers dalam Lost Weekend.

Aktif Berkolaborasi dan Sempat Jadi Opener Konser Taylor Swift

Sebelum kembali dengan album solo, Phoebe Bridgers tetap aktif bermusik melalui berbagai proyek. Ia sempat tampil dalam sejumlah konser The Eras Tour bersama Taylor Swift setelah menjalani rangkaian Reunion Tour selama hampir dua tahun.
 
Tur tersebut mencakup tiga rangkaian konser sold-out di Amerika Utara, 30 pertunjukan di Eropa, serta rangkaian penutup di Amerika Selatan, Asia, dan Australia.
 
Sejak merilis Punisher, Bridgers juga aktif merilis sejumlah single, cover, dan berkolaborasi dengan sederet musisi ternama, seperti Paul McCartney, MUNA, Bright Eyes, The 1975, Lorde, Taylor Swift, dan The National.
 
Kehadiran Lost Weekend sekaligus menjadi langkah baru bagi Bridgers menuju rangkaian tur arena yang telah diumumkan sebanyak 45 tanggal di Amerika Utara, Inggris, Irlandia, dan Eropa.
 
Dengan basis pendengar yang mencapai lebih dari 4,1 juta orang di berbagai platform, Asia menjadi salah satu wilayah penting dalam perjalanan karier Phoebe Bridgers. Filipina dan Indonesia bahkan tercatat masuk dalam 10 pasar dengan jumlah audiens terbesar bagi sang musisi secara global.
 
Melalui Lost Weekend, Phoebe Bridgers kini membuka babak baru setelah enam tahun penantian sekaligus kembali menunjukkan perkembangan musikalnya sebagai salah satu figur penting dalam skena indie folk dunia.
 

 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA