Lagu ini merupakan trek ke-9 dari album ketiga mereka, Life's Not Out To Get You (2015), sekaligus menjadi salah satu hits terbesar Neck Deep. Hingga kini, “December” telah diputar lebih dari 210 juta kali di berbagai platform musik digital.
Neck Deep sendiri merupakan band pop-punk asal Wrexham, Inggris yang kini digawangi oleh dua bersaudara Ben Barlow (vokal) dan Seb Barlow (bass), bersama Matt West (gitar), dan Sam Bowden (gitar). Mereka kini tampil bersama drummer additional setelah Dani Washington resmi hengkang pada 2022.
Makna Lagu “December” - Neck Deep
"December" sendiri merupakan lagu yang menggambarkan perasaan patah hati yang terasa sangat dingin, sepi, dan menghancurkan, metafora dari suasana musim dingin di penghujung tahun bulan Desember.
Vokalis sekaligus penulis lirik, Ben Barlow, menciptakan lagu ini berdasarkan pengalaman pribadinya. Hubungannya dengan sang kekasih berakhir tepat pada bulan Desember, meninggalkan luka dan penyesalan yang kemudian dituangkannya ke dalam lirik.
Kini, “December” dari Neck Deep pun berhasil menjadi salah satu lagu patah hati paling ikonik sekaligus karya yang terus menemukan momentumnya dan menjadi anthem setiap kali bulan Desember tiba.
Lirik & Terjemahan Puitis “December” – Neck Deep
Stumbled around the block a thousand times
(Tersandung mengitari blok itu ribuan kali)
You missed every call that I had tried
(Setiap panggilan dariku selalu kau lewatkan)
So now I'm giving up
(Maka kini aku menyerah)
A heartbreak in mid December
(Patah hati yang meledak di pertengahan Desember)
You don't give a fuck
(Kau tak benar-benar peduli)
You never remember me
(Kau tak pernah mengingatku)
While you're pulling on his jeans
(Saat kau mengenakan celananya)
Getting lost in the big city
(Tersesat dalam gemerlap kota besar)
I was looking out our window
(Aku menatap keluar jendela kita)
Watching all the cars go
(Memperhatikan mobil-mobil berlalu)
Wondering if I'll see Chicago
(Bertanya-tanya apakah aku kan melihat Chicago)
Or a sunset on the west coast
(Atau matahari terbenam di pesisir barat)
Or will I die in the cold
(Ataukah aku akan mati dalam dingin)
Feeling blue and alone
(Larut dalam sendu dan kesunyian)
I wonder if you'll ever hear this song on your stereo
(Aku bertanya, akankah kau pernah mendengar lagu ini dari stereo-mu)
---
I hope you get your ball room floor
(Kuharap kau mendapat lantai ballroom impianmu)
Your perfect house with rose red doors
(Rumah sempurnamu dengan pintu merah mawar)
I'm the last thing you'd remember
(Aku hanyalah kenangan terakhir yang mungkin tersisa)
It's been a long lonely December
(Desember kali ini begitu panjang dan sunyi)
I wish I'd known that less is more
(Andai dulu kutahu sederhana itu jauh lebih berharga)
But I was passed out on the floor
(Namun aku tergeletak tak sadarkan diri di lantai)
That's the last thing I remember
(Itulah kenangan terakhir yang kupunya)
It's been a long lonely December
(Desember ini begitu gelap dan sepi)
---
Cast me aside to show yourself in a better light
(Kau menyingkirkanku demi tampak bersinar di mata dunia)
I came out grieving, barely breathing and you came out alright
(Aku keluar merana, nyaris tak bernapas, sementara kau baik-baik saja)
But I'm sure you'll take his hand
(Namun aku yakin kau akan menggenggam tangannya)
I hope he's better than I ever could have been
(Kuharap ia lebih baik dari siapa pun aku dulu)
My mistakes were not intentions this is a list of my confessions I couldn't say
(Kesalahanku tak pernah diniatkan — ini daftar pengakuan yang tak mampu terucap)
---
Pain is never permanent but tonight it's killing me
(Sakit memang tak abadi, namun malam ini rasanya menghabisiku)
---
I hope you get your ball room floor
(Kuharap kau mendapat lantai ballroom impianmu)
Your perfect house with rose red doors
(Rumah sempurnamu dengan pintu merah mawar)
I'm the last thing you'd remember
(Mungkin aku hanya bayangan terakhir yang tersisa)
It's been a long lonely December
(Desember ini begitu panjang dan sunyi)
I wish I'd known that less is more
(Andai kutahu sederhana itu lebih bermakna)
But I was passed out on the floor
(Namun aku pingsan tergeletak di lantai)
That's the last thing I remember
(Itu satu-satunya yang kuingat)
It's been a long lonely December
(Desember ini begitu dingin dan lengang)
---
I miss your face
(Kurindu wajahmu)
You're in my head
(Kau berputar di kepalaku)
There's so many things that I should have said
(Begitu banyak kata yang seharusnya terucap)
A year of suffering, a lesson learned
(Setahun tersiksa, satu pelajaran terpatri)
(diulang tiga kali sesuai lirik asli)
---
I hope you get your ball room floor
(Kuharap kau mendapat lantai ballroom impianmu)
Your perfect house with rose red doors
(Rumah sempurnamu dengan pintu merah mawar)
I'm the last thing you'd remember
(Aku hanyalah kenangan terakhir yang memudar)
It's been a long lonely December
(Desember ini panjang dan sunyi)
I wish I'd known that less is more
(Andai kutahu sederhana itu cukup)
But I was passed out on the floor
(Namun aku tak sadarkan diri di lantai)
That's the last thing I remember
(Itulah ingatan terakhirku)
It's been a long lonely December
(Desember yang panjang, dingin, dan sepi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News