Hard Lights dan BEAUZ (Foto: instagram)
Hard Lights dan BEAUZ (Foto: instagram)

Kolaborasi Lintas Benua Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State di Lagu "Mad World"

Elang Riki Yanuar • 20 Juni 2026 12:00
Ringkasnya gini..
  • Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State merilis Mad World, lagu techno crossover yang mengangkat kegelisahan masyarakat modern.
  • Digarap selama enam bulan, Mad World memadukan energi dancefloor dengan pesan reflektif tentang dunia yang penuh perubahan.
  • Mad World telah dibawakan dalam Asia Tour 2026 dan menjadi langkah baru Hard Lights dalam kolaborasi musik elektronik global.
Jakarta: Produser musik asal Malaysia, Hard Lights, menggandeng duo bersaudara asal Amerika Serikat, BEAUZ, serta musisi Belanda Solar State dalam single terbaru mereka yang bertajuk "Mad World". 
 
Lagu ini hadir sebagai perpaduan antara energi musik klub dan pesan yang merefleksikan kondisi sosial saat ini. "Mad World" menawarkan kombinasi produksi melodik dengan sentuhan techno modern yang intens. 
 
Perkusi yang dinamis, bassline bertenaga, dan melodi utama yang menghanyutkan menjadi elemen utama yang membentuk karakter lagu ini. Hasilnya adalah sebuah track yang dirancang untuk menghidupkan suasana festival maupun lantai dansa.

Di balik irama yang energik, "Mad World" menyimpan tema yang lebih dalam. Lagu ini mengangkat perasaan gelisah, kebingungan, dan disorientasi yang banyak dirasakan masyarakat di tengah berbagai perubahan dunia. 
Konsep tersebut juga tercermin pada desain sampul lagu. Visual yang digunakan menggambarkan dunia yang terlihat kacau, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki daya tarik yang sulit diabaikan. Pendekatan ini sejalan dengan pesan utama yang ingin disampaikan melalui Mad World.
 
"Kolaborasi terjadi secara natural karena saya sudah berteman lama dengan BEAUZ. Percikan kreatif muncul saat vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk studio," kata Hard Lights melalui keterangan tertulis. 
 
Proses pengerjaan lagu ini tidak berlangsung singkat. Hard Lights mengungkapkan bahwa tim membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk menyelesaikan "Mad World". Tantangan terbesar muncul saat mencari karakter drop yang paling sesuai dengan arah musik yang mereka inginkan.
 
Berbagai eksperimen dilakukan selama berbulan-bulan hingga akhirnya mereka menemukan formula yang dianggap tepat. Setelah sekitar dua bulan mencoba berbagai kemungkinan, versi final lagu pun berhasil dikunci dan menjadi fondasi utama dari karya tersebut.
 
Menurut Hard Lights, tema yang diangkat dalam lagu ini memiliki keterkaitan dengan realitas yang sedang dihadapi banyak orang saat ini. Ia berharap pendengar dapat menemukan makna yang relevan melalui lirik maupun atmosfer musik yang dibangun.
 
"Ini bisa jadi relevan terhadap apa yang terjadi di masyarakat sekarang," ungkapnya.
Dengan mengusung genre techno crossover, "Mad World" dirancang untuk menjangkau berbagai jenis pendengar musik elektronik. Lagu ini dinilai cocok masuk ke dalam playlist melodic techno, dance, hingga set utama festival musik berskala besar.
 
"Lagu ini dibawakan perdana di Asia Tour 2026 saya, mulai dari Taipei, lalu Jakarta, Hong Kong, Bali, dan Kuala Lumpur," tutur pencipta lagu sekaligus disjoki tersebut.
 
Setelah merilis lagu ini, Hard Lights juga tengah mempersiapkan sejumlah karya baru, termasuk kolaborasi besar yang akan diumumkan pada waktu mendatang. Musisi yang memulai karier di dunia musik elektronik sejak usia 16 tahun itu ingin terus menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung.
 
"Aku mau bikin track yang energinya tetap bisa dibawa ke dancefloor, tapi di dalamnya ada ruang untuk mikir. Semoga pendengar bisa merasakan dua sisi itu sekaligus," ucap pria bernama lengkap Joshua Tan itu.
 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA