Dalam wawancaranya bersama Mojo magazine yang dikutip oleh Music-News.com, Mustaine mengungkap bahwa album pertama yang pernah ia miliki adalah Hotter Than Hell milik KISS dan album itu bukan hasil beli resmi.
“Aku mencurinya, dan itu adalah Hotter Than Hell milik KISS. Aku sedang nongkrong di arena seluncur es dan di sebelahnya ada toko musik… Aku memakai jaket tebal besar dan menyelipkan piringan hitam itu ke dalam jaketku, pulang ke rumah, dan seketika menjadi seorang pemberontak," ujar Mustaine.
Bagi Mustaine, pengalaman itu bukan sekadar soal memiliki album, tetapi momen simbolik yang membentuk sikapnya terhadap musik, kebebasan, dan pemberontakan. Nilai yang kelak sangat lekat dengan karakter thrash metal.
Ia juga mengingat betul kesan visual album tersebut, yang membuatnya langsung jatuh hati pada KISS.
“Menurutku itu salah satu sampul album paling luar biasa dan berani yang pernah kulihat, depan dan belakang. Aku langsung menjadi penggemar KISS.”
Dari Glam Rock ke Thrash Metal
Meski KISS menjadi pintu masuknya ke dunia rock, perjalanan musikal Dave Mustaine berkembang jauh melampaui glam dan hard rock. Dalam berbagai wawancara lain, ia kerap menyebut bagaimana musik keras dengan tempo cepat dan riff tajam kemudian membentuk obsesinya pada gitar dan komposisi ekstrem.Menariknya, album yang ia anggap paling mengubah hidupnya justru datang dari band lain.
“AC/DC, Let There Be Rock. Saat jarum menyentuh piringan hitamnya, hidupku berubah selamanya.”
Album Let There Be Rock milik AC/DC dikenal sebagai salah satu rilisan paling mentah dan agresif AC/DC, penuh riff cepat dan energi liar — elemen yang kemudian terasa relevan dengan gaya permainan Mustaine di masa depan.
Baca Juga :
Resmi! BTS Bakal Kembali Konser di Jakarta
Fondasi Selera Musik Dave Mustaine
Selain KISS dan AC/DC, Mustaine juga menyebut nama-nama seperti UFO dan Johnny Winter sebagai inspirasi penting, terutama dalam hal solo gitar dan penulisan lagu. Kombinasi pengaruh inilah yang akhirnya membentuk karakter musik Megadeth: cepat, teknis, agresif, namun tetap berakar pada rock klasik.
Kisah tentang album curian ini pada akhirnya bukan glorifikasi tindakan ilegal, melainkan potret jujur tentang bagaimana hasrat terhadap musik sering lahir dari momen-momen paling mentah dan tidak sempurna. Dari sebuah toko rekaman di dekat arena seluncur es, hingga panggung-panggung besar dunia, perjalanan Dave Mustaine adalah bukti bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan dari sebuah jaket tebal dan piringan hitam yang diselipkan diam-diam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News