The Lantis (Foto: dok. The Lantis)
The Lantis (Foto: dok. The Lantis)

The Lantis Hadirkan Versi Baru '(Jangan Terlalu) Posessif' Milik Naif

Agustinus Shindu Alpito • 24 Juli 2026 08:33
Ringkasnya gini..
  • The Lantis merilis interpretasi baru "(Jangan Terlalu) Posessif" sebagai bentuk penghormatan kepada Naif yang menjadi salah satu inspirasi mereka.
  • Alih-alih mengubah aransemen secara drastis, The Lantis menghadirkan nuansa yang lebih ringan, groovy, serta menambahkan lirik pembuka baru.
  • Bagi The Lantis, "(Jangan Terlalu) Posessif" bukan sekadar lagu cover, melainkan surat cinta untuk Naif.
Jakarta: Band The Lantis kembali menghadirkan karya terbaru. Namun kali ini, alih-alih merilis lagu orisinal, grup yang digawangi Giri, Ravi, Ojan, Feisal, dan Vio memilih memberikan penghormatan kepada salah satu band yang paling memengaruhi perjalanan musik mereka, Naif.
 
Pada 24 Juli 2026, The Lantis resmi merilis interpretasi baru lagu (Jangan Terlalu) Posessif, salah satu karya ikonik Naif yang selama ini menjadi referensi musikal mereka sejak band tersebut terbentuk.
 
Meski mengusung lagu yang sudah dikenal luas, The Lantis tidak berupaya mengubah karakter utamanya secara drastis. Mereka justru memilih mempertahankan identitas lagu asli, sembari menghadirkan nuansa yang lebih ringan dan groove yang lebih terasa.
 
"The Lantis bisa dikatakan cukup mirip dengan Naif secara musik, jadi kalau nyebrang dari Naif otomatis nyebrang juga dari The Lantis-nya sendiri. Maka dari itu, mungkin kita lebih bedain dari segi vibes dan emosinya, kita bikin lebih ringan dan groovy," ujar Giri.

Sentuhan baru juga hadir melalui tambahan satu bait lirik di bagian pembuka. Lirik tersebut ditulis oleh produser Vega Antares sebagai pengantar menuju cerita yang ingin disampaikan dalam versi The Lantis.
 
Menurut mereka, perubahan itu bukan dimaksudkan untuk menggantikan esensi lagu asli. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap karya Naif, dengan tetap membiarkan bagian-bagian yang sudah sangat melekat pada identitas band tersebut tetap utuh.
 
Lewat versi terbaru ini, The Lantis juga menawarkan sudut pandang berbeda mengenai makna sifat posesif dalam sebuah hubungan. Jika selama ini posesif kerap dipandang sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif, mereka mencoba melihatnya dari sisi emosional yang lebih kompleks.
 
"Ada rasa acceptance atau mixed feelings dari sifat posessif," kata Ojan.
 
Bagi The Lantis, rasa posesif dalam lagu ini diposisikan sebagai kegelisahan yang dapat muncul karena cinta yang begitu besar. Bukan sesuatu yang patut dibanggakan, tetapi juga tidak sepenuhnya disesali. Melalui lagu tersebut, mereka ingin menggambarkan kecemasan, rasa takut kehilangan, hingga kerumitan emosi yang sering menyertai seseorang ketika sedang jatuh cinta.
 
Lebih dari sekadar lagu daur ulang, (Jangan Terlalu) Posessif memiliki makna personal bagi para personel The Lantis. Musik Naif, menurut mereka, telah menjadi salah satu fondasi yang membentuk selera bermusik, cara bermain, hingga cara mereka memandang sebuah lagu sejak awal berkarya.
 
Karena itu, mereka menyebut proyek ini sebagai surat cinta untuk salah satu inspirasi terbesar dalam perjalanan musik The Lantis.
 
Lagu (Jangan Terlalu) Posessif telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 24 Juli 2026, bersamaan dengan perilisan video visualizer melalui kanal YouTube resmi The Lantis.
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA