Sudah bukan rahasia lagi banyak musisi dan pencipta lagu tidak mendapat royalti meski karya mereka banyak diputar di sejumlah tempat. Akibatnya banyak pencipta lagu mengalami kesulitan ekonomi.
Berikut sejumlah musisi dan pencipta lagu yang sempat hidupnya sempat kesusahan karena tidak mendapat royalti dari karya-karyanya:
1. Yon Koeswoyo
(2).jpg)
Bergabung dengan grup musik besar seperti Koes Plus tidak membuat Yon Koeswoyo hidup bergelimangan harta di masa tua. Hingga akhir hayatnya, Yon bahkan masih harus tampil dari panggung ke panggung karena itulah satu-satunya penghasilan dia sebagai musisi.
"Saya pernah ngobrol langsung, mas Yon bilang, 'saya seumur hidup enggak pernah dapat royalti'. Saya kaget dengarnya. Apalagi sudah ganti beberapa presiden. Pas itu masih ada beliau, dan saya tanya langsung," kata musisi Dewa Budjana saat melayat Yon Koeswoyo yang meninggal pada 2018.
Sebelum meninggal Yon sempat dirawat di rumah sakit akibat penyakit komplikasi. Dia sempat kesulitan membayar biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit. Sejumlah penggemar Koes Plus kemudian turut memberikan sumbangan untuk biaya Yon berobat.
2. Naniel Yakin

Naniel Yakin merupakan seorang musisi dan pencipta lagu "Bento" yang dipopulerkan Iwan Fals. Semasa muda, Naniel bergaul dengan sejumlah musisi papan atas Indonesia dan bergabung dalam grup SWAMI bersama Iwan Fals, Sawung Jabo, Nanoe, Inisisri, Jockie Suryoprayogo, Toto Tewel, dan Setiawan Djodi.
Namun, Naniel harus terseok-seok menjalani masa tua. Naniel memang masih mendapat royalti dari sejumlah karyanya, tapi sebagaimana diungkapkan anaknya, royalti yang diterima sang ayah terbilang kecil.
"Dapat, tetap dapat. Cuma nominalnya yang mungkin buat orang, 'kok segitu?" ujar Paksi, salah satu anak Naniel.
Kisah hidup Naniel sempat viral setelah dia diketahui tinggak di sebuah rumah kontrakan kecil dan hidup sakit-sakitan. Naniel meninggal dunia pada 21 Februari 2020.
3. Syam Permana

Nama Syam Permana belum lama ini mencuat setelah diketahui sempat menjadi pemulung di hari tuanya. Padahal, pria 60 tahun itu dulu merupakan pencipta lagu dangdut andal di era 90-an. Sejumlah pedangdut macam Imam S Arifin, Meggy Z, Ona Sutra, Ine Shintya hingga Inul Daratista sempat merasakan kepiawaian Syam membuat lagu.
Syam hidup pas-pasan. Dia mengaku hanya mendapat royalti sebesar ratusan ribu rupiah per tahun. Kecilnya nominal royalti itulah yang membuat melakukan pekerjaan lain.
Bersama sejumlah pengacara, Syam saat ini sedang berupaya menuntut royalti atas lagu-lagunya ke sejumlah perusahaan rekaman. Apalagi, jika ditotal Syam memiliki karya hingga 102 lagu. Syam pun berharap hidupnya bisa lebih baik jika hak atas karya-karya terpenuhi dengan benar.
4. Papa T Bob

Papa T Bob merupakan salah satu pencipta lagu anak terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Karya-karyanya menemani anak-anak di era 1990an lewat suara sejumlah penyanyi cilik yang juga namanya kemudian ikut populer. Tapi apa daya, hidup Papa T Bob tak selalu mulus.
Di balik lagu ciptaannya yang ceria, Papa T Bob menyimpan nelangsa. Dia mengaku jarang mendapatkan royalti dari karya-karyanya. Pada tahun 2015, Papa T Bob bersama empat pencipta lagu lainnya yakni, Ryan Kyoto, Rudy Loho, Wahyu WHL, dan Yongki RM melaporkan rumah karaoke untuk meminta royalti atas karya mereka.
Menjelang hari terakhirnya, Papa T Bob mulai sakit-sakitan. Dia kesulitan membiayai pengobatan sehingga sejumlah penyanyi anak yang dulu besar lewat lagunya melakukan penggalangan dana. Tapi sayang, belum sempat acara itu digelar, Papa T Bob meninggal pada 10 Juli 2020.
5. El Ibnu

Vokalis band ElKasih, El Ibnu harus merasakan nestapa ditinggal istri dan keluarganya dalam keadaan sakit stroke. Ibnu bahkan tinggal di Panti Jompo Yayasan GPIB Pniel, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Kondisinya Ibnu saat ini sudah berada di atas kursi roda dan tak mampu berbicara.
Cerita hidup Ibnu kemudian viral dan menggugah sejumlah artis untuk menengok keadaannya. Setelah kisah hidupnya viral, barulah diketahui bahwa Ibnu tidak pernah lagi mendapatkan royalti dari karya-karyanya bersama band Elkasih. Kesulitan keuangan itulah yang membuatnya terlantar dan tinggal di panti jompo.
Sejumlah rekan musisi kemudian berupaya memperjuangkan hak royalti Ibnu. Band Elkasih kemudian juga bangkit lagi agar karya-karya Ibnu tetap berjalan. Ibnu juga tetap memberikan dukungan terhadap band lamanya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News