Dolly Parton (Foto: Instagram.com/dollyparton)
Dolly Parton (Foto: Instagram.com/dollyparton)

Profil dan Perjalanan Karier Dolly Parton, Sang Legenda Musik Country

Elang Riki Yanuar • 26 Agustus 2026 10:48
Ringkasnya gini..
  • Dolly Parton meninggal dunia di usia 80 tahun setelah lebih dari tujuh dekade berkarya sebagai ikon musik country.
  • Dolly Parton meninggalkan warisan musik, film, bisnis, dan filantropi yang menginspirasi jutaan orang di berbagai generasi.
  • Dari lagu I Will Always Love You hingga Dollywood, Dolly Parton membangun karier panjang yang melampaui dunia musik.
Jakarta: Kabar duka datang dari dunia musik Amerika Serikat. Penyanyi, penulis lagu, dan aktris legendaris Dolly Parton meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026 waktu setempat di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun setelah sempat berjuang melawan kanker.
 
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui akun Instagram resminya @dollyparton. Keponakannya, Bryan Seaver, menyampaikan pengumuman tersebut dalam sebuah video atas nama keluarga Parton.
 
Sebagai salah satu ikon terbesar musik country, Parton juga sukses berkarier sebagai aktris dan menjajal berbagai bidang di industri hiburan. Namanya lekat dengan sejumlah lagu populer seperti “Jolene”, “Coat of Many Colors”, dan “I Will Always Love You”.

Biodata Dolly Parton

Nama Asli: Dolly Rebecca Parton Dean

Nama Panggung: Dolly Parton
 
Tanggal Lahir: 19 Januari 1946
 
Tempat Lahir: Pittman Center, Tennessee, Amerika Serikat
 
Meninggal Dunia: 25 Agustus 2026
 
Pekerjaan: Musisi, aktris, filantropis, pengusaha
Tahun Aktif: 1956–2026
 
Pasangan: Carl Dean (1966–2025; meninggal)
 
Genre: Country, bluegrass, gospel, rock
 
Instrumen: Vokal, gitar
 
Instagram: @dollyparton  

Profil dan Awal Kehidupan Dolly Parton

Dolly Parton lahir pada 19 Januari 1946 di sebuah kabin sederhana di Tennessee, Amerika Serikat. Ia merupakan anak keempat dari 12 bersaudara dan tumbuh dalam keluarga yang ia sebut sebagai “sangat miskin”. 
 
Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarganya sejak kecil, terutama berkat sang ibu. Kakek dari pihak ibunya merupakan seorang pendeta yang pandai bermain piano dan gitar. Saat masih kecil, salah satu pamannya memberikan gitar pertamanya. 
 
Karier musik Dolly dimulai sejak usia belia. Dolly belajar memainkannya ketika berusia tujuh tahun dan mulai menulis lagu sendiri. Ia pertama kali bernyanyi di radio lokal dan merilis single debutnya, “Puppy Love”, melalui label Louisiana Goldband ketika berusia 13 tahun.
 
Setelah lulus SMA, Parton pindah ke Nashville untuk mengejar cita-citanya sebagai musisi. Ia menulis sejumlah lagu untuk penyanyi seperti Skeeter Davis dan Kitty Wells sebelum akhirnya mendapat kontrak rekaman dengan Monument Records pada 1965.
 
Bersama Monument Records, Parton sempat membawa beberapa lagunya masuk ke 20 besar tangga lagu country. Namun, terobosan besar dalam kariernya datang pada 1967 ketika ia menggantikan Norma Jean sebagai pasangan duet penyanyi country Porter Wagoner.   

Karier Musik dan Kesuksesan “I Will Always Love You”

Semakin dicintai di Nashville, Parton mulai rutin tampil dalam The Porter Wagoner Show pada 1967. Acara musik televisi tersebut membantu namanya dikenal lebih luas. Ia kemudian meraih single nomor satu pertamanya lewat “Joshua” pada 1971, sementara “Coat of Many Colors” yang dirilis pada tahun yang sama berhasil menempati posisi keempat.
 
Setelah tujuh tahun menjadi penyanyi pendamping Wagoner dan tampil bersamanya dalam berbagai duet, Parton memutuskan berkarier secara solo pada 1974. Salah satu lagu yang membantunya melangkah sendiri adalah “I Will Always Love You”.
 
Keputusan tersebut terbilang berani. Namun, sejak berusia 20 tahun, Parton telah mendirikan perusahaan penerbitan musik bersama pamannya sekaligus rekan penulis lagu, Bill Owens. Ia mempertahankan kendali atas karya-karyanya karena ingin memastikan kontribusinya tetap memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal bagi keluarganya.
 
Kemandirian tersebut memberinya kendali yang masih jarang dimiliki musisi, terutama perempuan, pada masa itu. Pada 1974, ia bahkan menolak permintaan Elvis Presley untuk merekam “I Will Always Love You” karena manajer Presley, Colonel Tom Parker, meminta sebagian hak penerbitan lagu tersebut.
 
Dolly kemudian merasakan manfaat dari keputusan itu ketika versi Whitney Houston menjadi hit besar dan digunakan sebagai lagu tema film The Bodyguard (1992). Dari lagu tersebut, Parton dilaporkan memperoleh royalti sekitar USD$10 juta atau sekitar Rp177 miliar.
 
Pada 1999, Parton resmi masuk ke Country Music Hall of Fame. Ia kemudian menerima penghargaan pencapaian seumur hidup dari Recording Academy pada 2011.
 
Ketika namanya masuk nominasi Rock & Roll Hall of Fame, Parton sempat menolak karena merasa dirinya bukan seorang bintang rock. Namun, ia akhirnya menerima penghargaan tersebut dan menjadikannya kesempatan untuk mencoba genre yang sebelumnya tidak terlalu ia kenal. 
 
Hasilnya adalah album Rockstar yang dirilis pada 2023, dengan kolaborasi bersama sejumlah legenda rock seperti Ringo Starr dan Paul McCartney.  

Dari Musik ke Layar Lebar

Dengan aksen southern yang khas, selera humor, dan penampilan yang menarik, ia juga punya daya tarik kuat di depan kamera. Ia sempat membintangi acara varietasnya sendiri, Dolly!, meski program tersebut hanya bertahan satu musim.
 
Dolly kemudian memulai debut film layar lebarnya lewat 9 to 5 (1980), bersama Jane Fonda dan Lily Tomlin. Ketiganya memerankan sekretaris kantor yang berusaha membalas perlakuan bos mereka yang seksis.
 
Parton bersedia membintangi film tersebut dengan syarat ia bisa menulis sekaligus menyanyikan lagu temanya. Hasilnya adalah “9 to 5”, lagu yang tercipta saat Parton memainkan kuku akriliknya dan kemudian berkembang menjadi salah satu lagu yang identik dengan gerakan kesetaraan perempuan serta perjuangan hak pekerja.
 
Ia kembali ke layar lebar melalui The Best Little Whorehouse in Texas (1982) bersama Burt Reynolds, kemudian tampil dalam Steel Magnolias (1989) yang dibintangi Sally Field dan Julia Roberts. Film-film tersebut memperkenalkan Parton kepada generasi penggemar yang lebih luas.
 
Parton juga tidak ragu menggunakan musiknya untuk mengangkat isu yang mungkin dianggap kontroversial oleh sebagian penggemar country tradisional. 
 
Pada 2005, ia merilis “Travelin’ Thru” untuk film Transamerica yang mengisahkan seorang perempuan transgender yang berusaha memperbaiki hubungan dengan keluarganya. Lagu tersebut menjadi nominasi Oscar keduanya untuk kategori Best Original Song.  

Membangun Kerajaan Bisnis

Seiring popularitasnya meningkat, Parton memperluas kiprahnya ke berbagai bidang. Ia menulis banyak lagu hit sekaligus menjadikan namanya sebagai merek untuk beragam produk, mulai dari campuran bahan kue, perhiasan, hingga peralatan masak.
 
Pada 1986, ia membeli sebuah taman hiburan di Pigeon Forge, Tennessee, lalu mengubah namanya menjadi Dollywood. Taman tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi wisata utama di kawasan itu sekaligus sumber pemasukan besar bagi masyarakat setempat.
 
Selain dunia musik dan bisnis, Parton juga menulis sejumlah buku terlaris. Beberapa di antaranya adalah memoar Dolly: My Life and Other Unfinished Business, Behind the Seams: My Life in Rhinestones, dan Star of the Show: My Life on Stage. Ia juga menulis novel Run Rose Run bersama James Patterson serta sejumlah buku anak-anak.

Dedikasi untuk Kemanusiaan

Kesuksesan Parton juga diiringi dengan berbagai kegiatan filantropi. Dua tahun setelah Dollywood dibuka, ia mendirikan Dollywood Foundation untuk membantu menekan angka putus sekolah di daerah asalnya di Tennessee.
 
Program tersebut kemudian berkembang menjadi Buddy Program, yang memberikan insentif kepada siswa agar menyelesaikan pendidikan hingga SMA. Parton juga mendirikan Imagination Library, program yang menyediakan buku secara gratis bagi anak-anak dan kini menjadi salah satu gerakan literasi anak terbesar di dunia.
 
Kecintaannya pada kegiatan sosial juga terlihat saat pandemi Covid-19. Parton menyumbangkan USD$1 juta (sekitar Rp17,6 miliar) untuk penelitian virus corona di Vanderbilt University, Nashville, serta turut membantu pendanaan pengembangan vaksin Moderna.

Kisah Cinta dengan Carl Dean

Meski menjadi salah satu figur paling terkenal di dunia hiburan, Parton dikenal cukup tertutup mengenai kehidupan pribadinya. Sang suami, Carl Dean, hampir tidak pernah tampil di depan publik selama puluhan tahun pernikahan mereka.
 
Parton pernah mengatakan bahwa salah satu alasan hubungan mereka bertahan lama adalah karena keduanya tidak selalu bersama setiap saat. Dean juga disebut tidak pernah merasa iri dengan kesuksesan istrinya.
 
Dean bahkan menjadi inspirasi di balik salah satu lagu Parton yang paling populer, “Jolene”. Parton menulis lagu tersebut setelah seorang teller bank dianggap terlalu memberi perhatian kepada suaminya. Ia kemudian mengubah kejadian itu menjadi kisah tentang seorang perempuan yang memohon agar orang lain tidak merebut pasangannya.
 
Dean meninggal dunia pada Maret 2025 dalam usia 82 tahun. Kepergiannya sangat memukul Parton yang kemudian merilis lagu “If You Hadn’t Been There” sebagai penghormatan untuk suaminya.

Warisan Dolly Parton

Lebih dari setengah abad berkarier, Parton telah menulis lebih dari 3.000 lagu. Karya-karyanya mencakup berbagai tema, mulai dari kisah keluarga dan perjuangan hidup hingga cinta dan patah hati.
 
“Coat of Many Colors” terinspirasi dari sang ibu, sementara “Jolene” dan “I Will Always Love You” menjadi contoh kekuatannya dalam mengubah pengalaman personal menjadi lagu yang mampu diterima jutaan orang. Sementara itu, “9 to 5” berkembang menjadi lagu ikonis yang mewakili perjuangan perempuan dan pekerja Amerika.
 
Sepanjang kariernya, Parton merilis 49 album dan memenangkan 11 Grammy. Ia juga menjadi salah satu penyanyi country dengan kesuksesan crossover terbesar, termasuk lewat “Islands in the Stream”, duetnya bersama Kenny Rogers.
 
Penghargaan Grammy terakhir Parton diraihnya pada 2021 melalui “There Was Jesus”, kolaborasinya bersama Zach Williams dalam kategori musik Kristen kontemporer. Ia juga kembali mendapat nominasi Grammy pada tahun terakhir kariernya untuk versi audiobook Behind the Seams: My Life in Rhinestones.
 
Parton tetap aktif hingga tahun-tahun terakhir hidupnya. Ia terlibat langsung dalam pengembangan musikal tentang kehidupannya, Dolly: An Original Musical, yang dipentaskan di Fisher Center, Belmont University, Nashville, pada musim panas 2025.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA