Single kolaborasi berbahasa Jawa ini ditulis dan dikomposeri oleh Denny Caknan dan Hendra Kumbara di bawah naungan manajemen kreatif DC. Production. Dua hari setelah dirilis, video musik mereka sudah mendapatkan hampir 500 ribu penayangan di kanal YouTube DC. PRODUCTION.
Makna Lagu “Laut Kidul” - Denny Caknan Ft. Hendra Kumbara
“Laut Kidul” menggambarkan perasaan rindu dan kehilangan seseorang yang pernah menjadi tempat bersandar dalam hidup. Lewat suasana pesisir Laut Selatan, ombak dan pasir digambarkan sebagai saksi kenangan cinta yang dulu dipenuhi janji sehidup semati, tetapi akhirnya berakhir karena pengingkaran.Nuansa melankolis terasa kuat ketika tokoh dalam lagu memilih duduk sendiri di tepi pantai sambil membayangkan sosok yang telah pergi. Meski hatinya dipenuhi kesepian, ia masih menyimpan harapan untuk bertemu kembali walau hanya sebentar demi melepas rasa rindu yang belum usai.
Lirik dan Terjemahan Lagu “Laut Kidul” - Denny Caknan Ft. Hendra Kumbara
Suoro ombak segoro laut kidul(Suara ombak lautan laut selatan)
Ileng seng biyen tak rangkul
(Ingat yang dulu aku peluk)
Ngucapke janji
(Mengucapkan janji)
Urip tekane pati
(Sehidup semati)
Tapi mesti mbok blenjani
(Tetapi kamu ingkari)
Mbarengi mudun srengenge aku lungguh dewe
(Bersama turunnya sang fajar aku duduk sendiri)
Mbayangke sliramu seng neng kene
(Membayangkan dirimu di sini)
Seksine pasir seng kasar
(Pasir kasar menjadi saksi)
Mbiyen nantang berlayar
(Dulu menantang berlayar)
Sakniki mboten wonten kabar
(Sekarang tidak ada kabar)
Banyune pasang
(Airnya pasang)
Ngantem banter watu karang
(Menghempas batu karang)
Ngancani aku ngerakit kenangan
(Menemaniku merakit kenangan)
Aku ngakoni
(Aku mengakui)
Sak wis e mbok tinggal wingi
(Setelah kau tinggalkan)
Dunyo ku rasane sepi
(Dunia ku terasa hampa)
Ngelamunku mikir
(Melamunku mikir)
Lungguhku neng pinggir pesisir
(Duduk di pinggir pesisir)
Seng biyen dadi sandaran terakhir
(Yang dulu jadi sandaran terakhir)
Yen ono wektu
(Jika ada waktu)
Sedelo pengen ketemu
(Ingin bertemu sebentar)
Kangen aku
(Aku rindu)
Mbarengi mudun srengenge aku lungguh dewe
(Bersama turunnya sang fajar aku duduk sendiri)
Mbayangke sliramu seng neng kene
(Membayangkan dirimu di sini)
Seksine pasir seng kasar
(Pasir kasar menjadi saksi)
Mbiyen nantang berlayar
(Dulu menantang berlayar)
Sakniki mboten wonten kabar
(Sekarang tidak ada kabar)
Banyune pasang
(Airnya pasang)
Ngantem banter watu karang
(Menghempas batu karang)
Ngancani aku ngerakit kenangan
(Menemaniku merakit kenangan)
Aku ngakoni
(Aku mengakui)
Sak wis e mbok tinggal wingi
(Setelah kau tinggalkan)
Dunyo ku rasane sepi
(Dunia ku terasa hampa)
Ngelamunku mikir
(Melamunku mikir)
Lungguhku neng pinggir pesisir
(Duduk di pinggir pesisir)
Seng biyen dadi sandaran terakhir
(Yang dulu jadi sandaran terakhir)
Yen ono wektu
(Jika ada waktu)
Sedelo pengen ketemu
(Ingin bertemu sebentar)
Kangen aku
(Aku rindu)
Suoro ombak segoro laut kidul
(Suara ombak lautan laut selatan)
Ileng seng biyen tak rangkul
(Ingat yang dulu aku peluk)
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News